Tanpa buras, suasana Lebaran di banyak rumah Bugis-Makassar terasa kurang lengkap.
Buras di Tengah Modernisasi
Meski zaman terus berubah, buras tetap bertahan. Kini, buras tidak hanya ditemukan di rumah-rumah saat hari raya, tetapi juga dijual di pasar tradisional, warung makan khas Sulsel, hingga dijadikan sajian pada acara resmi dan festival kuliner.
Generasi muda pun mulai mengemas buras dengan tampilan lebih modern, tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Ini jadi bukti bahwa kuliner tradisional bisa tetap relevan di era sekarang.
Buras bukan sekadar makanan, melainkan identitas budaya Sulawesi Selatan. Di balik rasa gurih dan teksturnya yang lembut, tersimpan cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.

