27 C
Makassar
18 January 2026, 19:11 PM WITA

Mengenal Kapurung, Makanan Segar Tradisional Sulawesi Selatan

Kapurung merupakan salah satu kuliner tradisional khas Sulawesi Selatan yang lekat dengan identitas masyarakat Luwu dan sekitarnya.

Tidak ketahui secara pasti, kapan makanan berbahan dasar sagu ini ditemukan. Namun, kapurung bukan sekadar pengganjal perut, tetapi juga cerminan sejarah, budaya, dan cara hidup masyarakat Sulsel.

Kapurung berasal dari wilayah Luwu, yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Sejak masa lampau, masyarakat Luwu menjadikan sagu sebagai sumber karbohidrat utama sebelum beras dikenal luas.

Dari bahan sederhana inilah lahir kapurung sebagai makanan pokok yang mengenyangkan sekaligus bergizi.

Nama “kapurung” merujuk pada bentuk sagunya yang disajikan bulat-bulat kecil, dibentuk menggunakan sumpit.

Makanan ini berkembang seiring interaksi budaya pesisir dan pedalaman, diperkaya dengan hasil laut, sayuran, serta rempah lokal.

Kapurung telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2018.

Hidangan ini juga kerap tampil dalam festival kuliner nusantara dan menjadi menu unggulan promosi pariwisata Sulawesi Selatan, khususnya kawasan Luwu Raya.

Baca Juga: 
Mengenal Buras, Hidangan Wajib Lebaran Orang Sulawesi Selatan

Kapurung merupakan salah satu kuliner tradisional khas Sulawesi Selatan yang lekat dengan identitas masyarakat Luwu dan sekitarnya.

Tidak ketahui secara pasti, kapan makanan berbahan dasar sagu ini ditemukan. Namun, kapurung bukan sekadar pengganjal perut, tetapi juga cerminan sejarah, budaya, dan cara hidup masyarakat Sulsel.

Kapurung berasal dari wilayah Luwu, yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Sejak masa lampau, masyarakat Luwu menjadikan sagu sebagai sumber karbohidrat utama sebelum beras dikenal luas.

Dari bahan sederhana inilah lahir kapurung sebagai makanan pokok yang mengenyangkan sekaligus bergizi.

Nama “kapurung” merujuk pada bentuk sagunya yang disajikan bulat-bulat kecil, dibentuk menggunakan sumpit.

Makanan ini berkembang seiring interaksi budaya pesisir dan pedalaman, diperkaya dengan hasil laut, sayuran, serta rempah lokal.

Kapurung telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2018.

Hidangan ini juga kerap tampil dalam festival kuliner nusantara dan menjadi menu unggulan promosi pariwisata Sulawesi Selatan, khususnya kawasan Luwu Raya.

Baca Juga: 
Menikmati Kapurung, Sajian Sagu Khas Sulsel yang Segar, Hangat, dan Mengenyangkan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/