27 C
Makassar
18 January 2026, 17:04 PM WITA

Sarabba, Minuman Hangat Khas Bugis yang Melekat dengan Budaya Makassar

SulawesiPos.com – Sarabba merupakan salah satu minuman tradisional khas masyarakat Bugis yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Minuman berbahan dasar rempah ini dikenal luas sebagai penghangat tubuh yang cocok dinikmati pada malam hari atau saat cuaca dingin.

Tak heran, sarabba mudah dijumpai di berbagai sudut kota Makassar, bahkan hingga ke daerah lain di Sulawesi seperti Manado dan Kendari.

Di tengah hiruk-pikuk kota, menyeruput segelas sarabba hangat menjadi kebiasaan yang terasa akrab bagi masyarakat Makassar.

Sensasi pedas, manis, dan aromatik dari rempah-rempahnya menjadikan sarabba lebih dari sekadar minuman, ia adalah bagian dari identitas budaya.

Asal-usul Sarabba: Antara Gowa-Tallo dan Pengaruh Timur Tengah

Hingga kini, tidak ada catatan sejarah tunggal yang benar-benar memastikan asal-usul sarabba.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa minuman ini telah dikenal sejak abad ke-17 pada masa Kerajaan Gowa-Tallo, salah satu kerajaan Islam terbesar di Sulawesi Selatan.

Pada masa itu, penggunaan rempah-rempah dalam minuman dipercaya berkaitan erat dengan tradisi kesehatan dan spiritual.

Baca Juga: 
Kacipok, Camilan Tradisional Khas Makassar yang Renyah dan Mudah Dibuat

Namun, ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa sarabba memiliki kemiripan dengan minuman hangat khas Arab Saudi, khususnya yang disajikan di Kota Makkah saat waktu berbuka puasa.

SulawesiPos.com – Sarabba merupakan salah satu minuman tradisional khas masyarakat Bugis yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Minuman berbahan dasar rempah ini dikenal luas sebagai penghangat tubuh yang cocok dinikmati pada malam hari atau saat cuaca dingin.

Tak heran, sarabba mudah dijumpai di berbagai sudut kota Makassar, bahkan hingga ke daerah lain di Sulawesi seperti Manado dan Kendari.

Di tengah hiruk-pikuk kota, menyeruput segelas sarabba hangat menjadi kebiasaan yang terasa akrab bagi masyarakat Makassar.

Sensasi pedas, manis, dan aromatik dari rempah-rempahnya menjadikan sarabba lebih dari sekadar minuman, ia adalah bagian dari identitas budaya.

Asal-usul Sarabba: Antara Gowa-Tallo dan Pengaruh Timur Tengah

Hingga kini, tidak ada catatan sejarah tunggal yang benar-benar memastikan asal-usul sarabba.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa minuman ini telah dikenal sejak abad ke-17 pada masa Kerajaan Gowa-Tallo, salah satu kerajaan Islam terbesar di Sulawesi Selatan.

Pada masa itu, penggunaan rempah-rempah dalam minuman dipercaya berkaitan erat dengan tradisi kesehatan dan spiritual.

Baca Juga: 
7 Makanan Kuah Khas Sulsel yang Wajib Kamu Coba!

Namun, ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa sarabba memiliki kemiripan dengan minuman hangat khas Arab Saudi, khususnya yang disajikan di Kota Makkah saat waktu berbuka puasa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/