SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia.
Kondisi geografis berupa pegunungan dan dataran tinggi, dengan iklim yang sejuk, menjadikan wilayah ini cocok untuk budidaya kopi sejak masa kolonial.
Kenali lima jenis kopi yang tumbuh dan berkembang di berbagai lokasi di Sulawesi Selatan.
1. Kopi Kalosi
Kopi Celebes Kalossi merupakan salah satu kopi paling terkenal dari Sulawesi Selatan.
Kopi ini berasal dari wilayah Enrekang, Tana Toraja, dan kawasan Pegunungan Latimojong dengan ketinggian 1400 hingga 2100 meter di atas permukaan laut.
Sejarahnya berawal pada abad ke-16 saat pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan kopi Arabika di daerah pegunungan Sulawesi.
Nama “Kalossi” diambil dari pasar tradisional tempat kopi ini dahulu diperjualbelikan.
Kopi Kalossi dikenal dengan body yang tebal, tingkat keasaman seimbang, serta aroma earthy dan spicy yang khas, sehingga sering masuk kategori kopi premium di pasar internasional.
2. Kopi Topidi
Kopi Topidi berasal dari kawasan Malino, Kabupaten Gowa, yang berada di wilayah Gunung Bawakaraeng dan Lompo Battang.
Kopi ini telah dibudidayakan masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu, terutama jenis Arabika.
Dalam beberapa tahun terakhir, kopi ini mulai mendapat perhatian lebih luas berkat pengembangan kebun rakyat dan meningkatnya minat terhadap kopi single origin Malino.
Racikan kopi Topidi berhasil sukses meraih peringkat 9 dan 11 pada event Cup Of Excelence yang digelar Specialty Coffer Association Of Indonesia (SCAI).
3. Kopi Minipi
Kopi Minipi berasal dari Kabupaten Sinjai dan dibudidayakan oleh masyarakat lokal di kawasan perbukitan.
Kopi jenis Arabica ini banyak dikembangkan di kaki Gunung Bawakaraeng.
Tumbuh di lingkungan alami dan masih banyak diproses secara tradisional, serta memiliki aroma harum dengan rasa khas yang berbeda.
4. Kopi Kahayya
Kopi Kahayya berasal dari Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba.
Kopi ini tumbuh di ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai salah satu kopi Arabika unggulan Sulawesi Selatan.
Kopi Kahayya dikenal memiliki aroma floral, rasa fruity, serta tingkat keasaman yang cerah.
Sejak awal 2010-an, kopi ini mulai meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional dan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan kopi berbasis komunitas dan pertanian berkelanjutan.
5. Kopi Solaku
Kopi Solaku berasal dari wilayah Luwu, Sulawesi Selatan, yang memiliki lanskap pegunungan dan tanah subur.
Kopi ini dibudidayakan oleh petani lokal sebagai bagian dari tradisi pertanian masyarakat setempat.
Kopi Solaku dikenal memiliki cita rasa seimbang dengan aroma khas dan body sedang.
Dalam beberapa tahun terakhir, kopi ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu potensi kopi lokal Luwu yang terus dikembangkan.
Keberagaman kopi khas Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar hasil perkebunan, melainkan bagian dari sejarah, budaya, dan identitas masyarakat setempat.
Setiap jenis kopi membawa cerita tentang tanah, iklim, serta kearifan lokal yang terus dijaga hingga saat ini. (ayi)

