Arya menjelaskan, penangkapan Renaldi merupakan hasil kolaborasi lintas wilayah hukum antara Unit Reskrim Polsek Panakkukang dan Tim Jatanras Polres Timika.
“Pengejaran sampai ke Timika, dua hari yang lalu tertangkap dan sekarang kita sudah serahkan ke kejaksaan (diproses bersamaan),” kata Arya.
Menurut Arya, dua berkas perkara tersangka sebelumnya telah lebih dulu dilimpahkan ke kejaksaan. Setelah penangkapan Renaldi, kepolisian langsung menyerahkan tersangka tersebut untuk diproses bersama dua pelaku lainnya.
“Langsung kita serahkan ke kejaksaan,” ucapnya.
Dengan lengkapnya seluruh tersangka, Arya menegaskan tidak ada lagi pelaku yang berkeliaran dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Dengan penangkapan ini, kami pastikan tidak ada lagi pelaku yang berkeliaran,” ujar Arya.
Korban Sempat Dikira Kecelakaan
Kasus penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, pada Sabtu (6/9/2025).
Peristiwa itu sempat diduga sebagai kecelakaan tunggal sebelum polisi menemukan indikasi tindak pidana kekerasan.
“Awalnya memang ada informasi yang menyebut korban mengalami kecelakaan tunggal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka-luka yang mengarah pada tindak pidana kekerasan,” jelas Arya.
Saat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, korban ditemukan mengalami sejumlah luka, antara lain di bagian kepala, punggung belakang, serta luka tikaman di dada dan ketiak kanan.
“Dibilang orang-orang sekitar, kecelakaan lalu lintas ternyata bukan, ternyata tertusuk di bagian ketiak setelah itu diproses dan dibawa kerumah sakit dan divisum dan ternyata benar ada penganiayaan terhadap si korban lalu dicari oleh anggota resmob Polsek Panakkukang dan diburulah itu tersangkanya,” ungkap Arya.
Arya menambahkan, penganiayaan dilakukan karena para pelaku tersulut emosi. Korban diduga sebagai pelaku pencurian helm dan ayam di sekitar lokasi kejadian.
“Pelaku-pelaku yang melakukan penganiayaan ini menduga (korban curi ayam) pelaku ini si korban ini sehingga ketemu langsung dilakukan penganiayaan dan meninggal dunia,” pungkas Arya.

