Tiga Saham Data Center Pilihan Analis: TLKM, ISAT, dan DSSA

SulawesiPos.com – Tiga saham yang dinilai paling menarik untuk menangkap pertumbuhan sektor data center di Indonesia per Minggu (30/8/2026) adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), seiring lonjakan kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital yang terus mendorong ekspansi kapasitas pusat data di dalam negeri.

Kapasitas terpasang IT data center di Indonesia pada semester I-2026 disebut sudah mencapai sekitar 580 megawatt dan diproyeksikan meningkat tajam hingga 3,5 gigawatt pada 2030.

Jakarta masih menjadi pusat utama dengan kapasitas operasi sekitar 322 megawatt, sementara Batam ikut tumbuh cepat dengan pipeline besar untuk menangkap limpahan permintaan regional.

Analis menilai diferensiasi emiten data center kini terletak pada fokus strategi dan kemampuan masing-masing mengubah ekspansi menjadi katalis valuasi.

Katalis Berbeda Tiap Emiten

TLKM dipandang lebih defensif karena memiliki potensi re-rating dari monetisasi NeutraDC, unit data center yang sedang diperbesar kapasitasnya.

BACA JUGA:  Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin, 20 April 2026

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp3.030 per saham.

ISAT dinilai menarik karena tema AI dan pengembangan ekosistem baru lewat bisnis data center serta proyek AI Factory yang diperkirakan bisa membuka ruang kenaikan valuasi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta merekomendasikan beli ISAT dengan target harga Rp3.430 per saham.

DSSA ikut masuk daftar pilihan karena transformasi bisnisnya ke infrastruktur digital dinilai memperluas pasar yang bisa digarap dan memperbaiki kualitas laba.

Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo menilai transformasi DSSA memperluas total pasar yang dapat disasar hingga US$76 miliar.

“TLKM lebih defensif dengan potensi re-rating dari monetisasi NeutraDC; ISAT berpotensi mendapat re-rating dari tema AI; DSSA menarik dari transformasi digital infrastructure,” kata analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas.

Sukarno juga merekomendasikan beli DSSA dengan target harga Rp1.500 per saham.

Di luar tiga nama itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) masih dinilai punya pertumbuhan agresif, tetapi valuasinya dianggap sudah premium sehingga tidak masuk daftar pilihan utama analis pada artikel ini.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Yakin IHSG Bangkit di Perdagangan Awal Februari, Fundamental Ekonomi Jadi Penopang

SulawesiPos.com – Tiga saham yang dinilai paling menarik untuk menangkap pertumbuhan sektor data center di Indonesia per Minggu (30/8/2026) adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), seiring lonjakan kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital yang terus mendorong ekspansi kapasitas pusat data di dalam negeri.

Kapasitas terpasang IT data center di Indonesia pada semester I-2026 disebut sudah mencapai sekitar 580 megawatt dan diproyeksikan meningkat tajam hingga 3,5 gigawatt pada 2030.

Jakarta masih menjadi pusat utama dengan kapasitas operasi sekitar 322 megawatt, sementara Batam ikut tumbuh cepat dengan pipeline besar untuk menangkap limpahan permintaan regional.

Analis menilai diferensiasi emiten data center kini terletak pada fokus strategi dan kemampuan masing-masing mengubah ekspansi menjadi katalis valuasi.

Katalis Berbeda Tiap Emiten

TLKM dipandang lebih defensif karena memiliki potensi re-rating dari monetisasi NeutraDC, unit data center yang sedang diperbesar kapasitasnya.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Yakin IHSG Bangkit di Perdagangan Awal Februari, Fundamental Ekonomi Jadi Penopang

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp3.030 per saham.

ISAT dinilai menarik karena tema AI dan pengembangan ekosistem baru lewat bisnis data center serta proyek AI Factory yang diperkirakan bisa membuka ruang kenaikan valuasi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta merekomendasikan beli ISAT dengan target harga Rp3.430 per saham.

DSSA ikut masuk daftar pilihan karena transformasi bisnisnya ke infrastruktur digital dinilai memperluas pasar yang bisa digarap dan memperbaiki kualitas laba.

Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo menilai transformasi DSSA memperluas total pasar yang dapat disasar hingga US$76 miliar.

“TLKM lebih defensif dengan potensi re-rating dari monetisasi NeutraDC; ISAT berpotensi mendapat re-rating dari tema AI; DSSA menarik dari transformasi digital infrastructure,” kata analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas.

Sukarno juga merekomendasikan beli DSSA dengan target harga Rp1.500 per saham.

Di luar tiga nama itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) masih dinilai punya pertumbuhan agresif, tetapi valuasinya dianggap sudah premium sehingga tidak masuk daftar pilihan utama analis pada artikel ini.

BACA JUGA:  Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin, 20 April 2026

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru