Purbaya Klaim Demo Menurun Akibat Membaiknya Ekonomi Masyarakat

SulawesiPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut stabilitas sosial dan politik sangat dipengaruhi kondisi ekonomi.

Ia menuturkan, ketika ekonomi membaik dan lapangan kerja terbuka lebar, masyarakat akan lebih fokus bekerja ketimbang turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Purbaya menyebut sejak September lalu sudah kembali menghidupkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui rangkaian kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

“Sejak September kemarin kita coba hidupkan lagi mesin-mesin pertumbuhan ekonomi. Kita coba fiskal, moneter, dan riil,” ujar Purbaya dalam Economic Outlook 2026, dikutip dari JawaPos, Jumat (13/2/2026).

Dari sisi ekonomi fiskal, Purbaya menyebut Kementerian Keuangan mendorong percepatan belanja pemerintah pusat maupun daerah agar segera masuk ke sistem perekonomian.

Dia dengan jujur mengakui langkah tersebut tidak selalu berjalan mulus dan sempat menuai kritik.

“Sektor fiskal kita gebrak-gebrak tuh kementerian, lembaga yang lain. Yang sebagian marah ke saya, juga pemda-pemda supaya belanja tepat waktu. Mereka jalankan, walaupun mereka marah, tapi mereka jalankan tugas mereka dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Purbaya Rencana Tambah Layer Cukai Rokok, Ini Tanggapan Kemenkes

Purbaya yakin bahwa percepatan belanja itu membuat transisi fiskal, baik dari pemerintah pusat maupun daerah jadi lebih cepat menjangkau masyarakat dan dunia usaha.

Selain itu, pemerintah juga menggeser dana sebesar Rp 200 triliun ke sektor perbankan untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit.

Meski kebijakan tersebut sempat menuai keraguan dari berbagai pihak, ia menilai keputusannya sudah tepat.

SulawesiPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut stabilitas sosial dan politik sangat dipengaruhi kondisi ekonomi.

Ia menuturkan, ketika ekonomi membaik dan lapangan kerja terbuka lebar, masyarakat akan lebih fokus bekerja ketimbang turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Purbaya menyebut sejak September lalu sudah kembali menghidupkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui rangkaian kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

“Sejak September kemarin kita coba hidupkan lagi mesin-mesin pertumbuhan ekonomi. Kita coba fiskal, moneter, dan riil,” ujar Purbaya dalam Economic Outlook 2026, dikutip dari JawaPos, Jumat (13/2/2026).

Dari sisi ekonomi fiskal, Purbaya menyebut Kementerian Keuangan mendorong percepatan belanja pemerintah pusat maupun daerah agar segera masuk ke sistem perekonomian.

Dia dengan jujur mengakui langkah tersebut tidak selalu berjalan mulus dan sempat menuai kritik.

“Sektor fiskal kita gebrak-gebrak tuh kementerian, lembaga yang lain. Yang sebagian marah ke saya, juga pemda-pemda supaya belanja tepat waktu. Mereka jalankan, walaupun mereka marah, tapi mereka jalankan tugas mereka dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Menkeu Purbaya Bongkar Masalah Coretax: Vendor Lama Disusupkan Kembali Diam-Diam

Purbaya yakin bahwa percepatan belanja itu membuat transisi fiskal, baik dari pemerintah pusat maupun daerah jadi lebih cepat menjangkau masyarakat dan dunia usaha.

Selain itu, pemerintah juga menggeser dana sebesar Rp 200 triliun ke sektor perbankan untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit.

Meski kebijakan tersebut sempat menuai keraguan dari berbagai pihak, ia menilai keputusannya sudah tepat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru