Berdasarkan laporan Federal Reserve Bank of New York berjudul Executive Turnover and Firm Performance (Staff Report No. 166) karya Steven N. Kaplan dan Bernadette A. Minton (2006), perubahan mendadak pada jajaran eksekutif berpotensi memicu volatilitas harga saham dalam jangka pendek.
Dalam kondisi tertentu, pasar dapat merespons negatif apabila pejabat yang mundur dinilai memiliki peran strategis atau pengunduran diri terjadi tanpa kejelasan rencana suksesi.
Sebaliknya, apabila resign dilakukan karena rotasi normal atau alasan personal, dampaknya terhadap pergerakan saham cenderung lebih terbatas.
Sederhananya laporan tersebut menunjukkan bahwa perubahan mendadak pada jajaran eksekutif sering direspons negatif oleh pasar saham.
Terutama jika terjadi di luar rencana suksesi normal. Investor menilai pergantian ini sebagai peningkatan risiko manajerial dan ketidakpastian arah perusahaan .

