Riwayat pendidikan
Pendidikan Thomas ditempuh di dalam dan luar negeri. Ia mengenyam pendidikan menengah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Ia meraih gelar sarjana di bidang sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, serta gelar magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington.
Awalnya jadi wartawan Tempo, pindah haluan karier ke ekonomi-politik
Karier profesionalnya dimulai di dunia jurnalistik sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, lalu berlanjut di Indonesia Business Weekly setahun kemudian.
Setelah itu, Thomas beralih ke sektor keuangan dan pernah bekerja sebagai analis di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong.
Pada 2006, Thomas bergabung dengan Arsari Group atas permintaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo.
Di perusahaan agrobisnis tersebut, ia menjabat sebagai Deputy CEO dan terlibat dalam pengelolaan strategis perusahaan.
Di bidang politik, Thomas aktif di Partai Gerindra dan sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat.
Hingga 2025, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra dan dikenal sebagai pengendali utama keuangan partai.
Perannya menjadi sorotan terutama pada Pilpres 2014 saat Partai Gerindra mengusung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa.
Dalam periode tersebut, Thomas berperan penting dalam pengelolaan logistik dan keuangan Koalisi Merah Putih.

