Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.
Di tengah sentimen tersebut, dolar AS justru melemah dan mulai ditinggalkan investor.
Kondisi ini tercermin dari menguatnya mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss, serta pemulihan Euro dan Poundsterling.
Pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026), indeks saham utama Eropa kompak melemah.
Euro Stoxx 50 melemah 1,77 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,39 persen, DAX Jerman melemah 1,34 persen, dan CAC Prancis melemah 1,78 persen.
Tekanan juga terlihat di pasar Asia pada Selasa pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melemah 1,02 persen ke level 53.042,50, Shanghai Composite melemah 0,51 persen ke 4.093,14, Hang Seng melemah 0,52 persen ke 26.436,50, sementara Strait Times melemah 0,14 persen ke posisi 4.827,96.

