Overview
Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua pekan ke depan seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah ke level Rp16.877 per dolar AS bersifat sementara dan tidak mencerminkan rapuhnya fundamental ekonomi.
Meningkatnya kepercayaan investor dan masuknya kembali dana asing diyakini menjadi faktor utama penopang penguatan rupiah ke depan.
SulawesiPos.com – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan segera kembali menguat dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penguatan rupiah dapat terjadi dalam dua pekan ke depan, seiring dengan perbaikan ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren positif.
“Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain enggak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, penguatan rupiah sangat berkaitan dengan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ketika ekonomi bergerak ke jalur yang lebih solid, kepercayaan investor akan ikut menguat dan mendorong masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.
“Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis,” katanya.
Optimisme tersebut muncul di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat melemah.
Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), rupiah tercatat berada di level Rp16.877 per dollar AS atau melemah 0,13 persen secara harian.
Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang rapuh.
Purbaya menjelaskan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang sehat.
Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat sekitar 5,45 persen, dan pemerintah menargetkan laju pertumbuhan dapat terus didorong mendekati 6 persen pada periode mendatang.
“Triwulan tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana,” kata Purbaya.
Ia menegaskan, meningkatnya kepercayaan investor akan berdampak langsung pada arus masuk dana asing (capital inflow), yang pada akhirnya menopang stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah.
Indikasi tersebut, menurut Purbaya, sudah mulai terlihat dari kembali masuknya dana asing ke pasar keuangan domestik.
Lebih lanjut, Purbaya meminta pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar.
“Enggak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah, asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” beber Purbaya.
Ia menilai, dinamika rupiah saat ini masih dalam batas wajar dan berada dalam pengelolaan yang terkontrol oleh Bank Indonesia.
“Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain enggak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” pungkas Purbaya.