Dilema Pembangunan ASEAN: Ambisi dan Keberlanjutan
Asia Tenggara saat ini sedang berada di persimpangan kritis.
Di satu sisi, kawasan ini mengalami proses urbanisasi tercepat di dunia dengan proyeksi ratusan juta penduduk kota pada 2030.
Di sisi lain, wilayah ini juga paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kenaikan permukaan laut hingga gelombang panas ekstrem.
Kondisi ini menuntut pendekatan arsitektur yang tidak lagi bisa mengandalkan pola lama build–demolish–rebuild.
Diperlukan material dan desain yang tidak hanya estetik, tetapi juga adaptif, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Dalam konteks ini, evolusi teknologi material, termasuk baja modern, mulai memainkan peran penting.
Pelajaran dari Maestro: Makna “Sentuhan Lembut”
Filosofi “Touch this earth lightly” bukan sekadar wacana normatif.
Prinsip ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam simposium arsitektur ASEAN di Jakarta akhir November lalu.

