SulawesiPos.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari pertama di 2026 ditutup dengan poin 8.748,13, yang berarti menguat 101,1 poin atau 1,17 persen dibandingkan dengan penutupan bursa hari terakhir perdagangan tahun 2025. Tingginya poin yang dicapai itu kembali membuat IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high)
Hal ini mencerminkan tren positif pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Total nilai perdagangan di bursa hari ini adalah Rp. 22,24 triliun.
Pergerakan ini tidak terlepas dari keyakinan investor bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan fundamental yang lebih kuat.
Beberapa sektor seperti transportasi, logistik, dan teknologi bahkan mencatatkan kenaikan yang memimpin penguatan pasar, meskipun sektor lainnya mengalami variatif.
Pemerintah, melalui menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis IHSG akan terus menguat sepanjang tahun 2026. Bahkan pada pembukaan perdagangan, ia optimis akan menembus level psikologis 10.000 pada akhir tahun nantinya.
“Saya melihat memang ada optimisme di pasar. Pelaku pasar melihat ke depan kondisi akan terus membaik,” ujarnya, Jumat (02/01).
Menurutnya ini terjadi karena pemerintah dan Bank Indonesia membuat kebijakan yang sinkron sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar saham 2026.
Sebelumnya, momentum positif di pasar modal sesungguhnya telah terlihat sejak penghujung 2025, ketika IHSG mencatatkan rekor tertinggi baru beberapa kali, didorong oleh penguatan saham-saham emiten pilihan yang “beterbangan” dengan kenaikan hingga puluhan persen dalam sehari (amh).