Akumulasi modal terbesar masih berpusat pada sektor keuangan, energi, infrastruktur, dan industri strategis—sektor yang secara historis berada dalam pengaruh kuat negara.
Alih-alih mengejar dominasi platform global secara agresif, perusahaan China menunjukkan bahwa pertumbuhan kapital tetap ditambatkan pada kerangka institusional nasional dan pasar domestik yang besar.
Perbedaan ini mencerminkan dua paradigma pembangunan ekonomi. Amerika Serikat merepresentasikan kapitalisme platform yang berorientasi pasar, di mana negara berperan minimal dalam pengaturan langsung korporasi, sementara inovasi dan ekspansi global menjadi mesin utama pertumbuhan.
China, sebaliknya, mempertahankan logika pembangunan institusional-negara, dengan intervensi kebijakan, pengendalian sektor strategis, dan stabilitas domestik sebagai fondasi akumulasi modal.

