24 C
Makassar
13 February 2026, 4:01 AM WITA

Produksi Cabai Jabar Surplus, Pasokan Aman Jelang Ramadhan-Idul Fitri 2026

SulawesiPos.com, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (2026).

Produksi cabai di wilayah ini tercatat jauh melampaui kebutuhan konsumsi, sehingga berpotensi menopang pasokan antarwilayah.

Berdasarkan neraca cabai Jawa Barat, cabai rawit (CR) pada Februari 2026 diproduksi sebesar 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton, sehingga terdapat surplus 17.885 ton.

Surplus semakin besar pada Maret 2026 dengan produksi mencapai 78.963 ton, kebutuhan 23.946 ton, dan neraca positif 55.018 ton.

Sementara itu untuk cabai besar/cabai merah (CB), produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton, menghasilkan surplus 8.540 ton.

Pada Maret, produksi meningkat menjadi 38.703 ton, kebutuhan 27.740 ton, dan neraca surplus 10.962 ton.

Kondisi ini menunjukkan pasokan cabai Jawa Barat relatif aman menghadapi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mengawal pasokan dan distribusi cabai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan produksi di daerah sentra, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Mentan Amran.

Sebagai salah satu sentra utama cabai nasional, Jawa Barat ditopang oleh luas panen di sejumlah daerah penghasil.

SulawesiPos.com, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (2026).

Produksi cabai di wilayah ini tercatat jauh melampaui kebutuhan konsumsi, sehingga berpotensi menopang pasokan antarwilayah.

Berdasarkan neraca cabai Jawa Barat, cabai rawit (CR) pada Februari 2026 diproduksi sebesar 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton, sehingga terdapat surplus 17.885 ton.

Surplus semakin besar pada Maret 2026 dengan produksi mencapai 78.963 ton, kebutuhan 23.946 ton, dan neraca positif 55.018 ton.

Sementara itu untuk cabai besar/cabai merah (CB), produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton, menghasilkan surplus 8.540 ton.

Pada Maret, produksi meningkat menjadi 38.703 ton, kebutuhan 27.740 ton, dan neraca surplus 10.962 ton.

Kondisi ini menunjukkan pasokan cabai Jawa Barat relatif aman menghadapi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mengawal pasokan dan distribusi cabai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan produksi di daerah sentra, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Mentan Amran.

Sebagai salah satu sentra utama cabai nasional, Jawa Barat ditopang oleh luas panen di sejumlah daerah penghasil.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru