25 C
Makassar
4 February 2026, 11:02 AM WITA

Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Overview:

  • Mentan pastikan produksi dan stok pangan strategis nasional dipastikan mencukupi hingga Idul Fitri 2026.

  • Sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, cabai, dan minyak goreng dipenuhi dari produksi dalam negeri.

  • Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui monitoring harga, distribusi antarwilayah, dan operasi pasar.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kondisi pangan untuk menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sampai Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam keadaan yang aman terkendali.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI.

“Proyeksi produksi pangan strategis nasional guna memastikan kecukupan pasokan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ujar Mentan Amran, Selasa (3/2/2026).

Mentan Amran sebut sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, ketersediaan dipastikan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Baca Juga: 
Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

Sementara itu, komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan menjaga stabilitas pemenuhannya dari luar negeri.

“Kami terus melakukan antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri melalui penghitungan prognosa pangan strategis serta pemantauan harga secara intensif. Hingga akhir Maret 2026, stok seluruh komoditas pangan strategis dalam kondisi cukup,” jelas Mentan Amran.

Untuk komoditas beras, Mentan Amran menegaskan kondisi nasional sangat terkendali.

Pada periode Ramadhan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton.

Dengan demikian, neraca beras nasional mencatat surplus sekitar 14,48 juta ton, sementara stok beras nasional pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

Mentan Amran juga sempat menyebutkan hilirisasi di sektor perunggasan dengan membangun 30 unit industri ayam melalui pendanaan Danantara, serta mendorong penguatan UMKM dan peternak melalui dukungan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca Juga: 
Lansia 76 Tahun Terseret Kasus Judi Online Internasional, Bareskrim Pilih Tak Menahan

Terobosan lainnya juga Mentan Amran sebut terkait pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN/BUMD pangan, serta pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.

“Dengan kondisi pasokan yang memadai serta langkah pengamanan yang terus kami lakukan, kami optimis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi petani dan peternak nasional,” tegas Mentan Amran

Overview:

  • Mentan pastikan produksi dan stok pangan strategis nasional dipastikan mencukupi hingga Idul Fitri 2026.

  • Sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, cabai, dan minyak goreng dipenuhi dari produksi dalam negeri.

  • Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui monitoring harga, distribusi antarwilayah, dan operasi pasar.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kondisi pangan untuk menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sampai Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam keadaan yang aman terkendali.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI.

“Proyeksi produksi pangan strategis nasional guna memastikan kecukupan pasokan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ujar Mentan Amran, Selasa (3/2/2026).

Mentan Amran sebut sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, ketersediaan dipastikan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Baca Juga: 
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari UI

Sementara itu, komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan menjaga stabilitas pemenuhannya dari luar negeri.

“Kami terus melakukan antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri melalui penghitungan prognosa pangan strategis serta pemantauan harga secara intensif. Hingga akhir Maret 2026, stok seluruh komoditas pangan strategis dalam kondisi cukup,” jelas Mentan Amran.

Untuk komoditas beras, Mentan Amran menegaskan kondisi nasional sangat terkendali.

Pada periode Ramadhan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton.

Dengan demikian, neraca beras nasional mencatat surplus sekitar 14,48 juta ton, sementara stok beras nasional pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

Mentan Amran juga sempat menyebutkan hilirisasi di sektor perunggasan dengan membangun 30 unit industri ayam melalui pendanaan Danantara, serta mendorong penguatan UMKM dan peternak melalui dukungan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca Juga: 
Pakar UI: Penetapan Calon Hakim MK oleh DPR Sah dan Tidak Langgar Konstitusi

Terobosan lainnya juga Mentan Amran sebut terkait pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN/BUMD pangan, serta pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.

“Dengan kondisi pasokan yang memadai serta langkah pengamanan yang terus kami lakukan, kami optimis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi petani dan peternak nasional,” tegas Mentan Amran

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/