24 C
Makassar
3 February 2026, 1:57 AM WITA

Di Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Pilar Utama Bangsa

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus kemerdekaan sejati bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, daerah, serta kementerian dan lembaga.

Rakornas tersebut diikuti pejabat kementerian/lembaga, kepala daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dari seluruh Indonesia sebagai forum konsolidasi percepatan program prioritas nasional.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud jika kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari pangan, kesehatan, hingga pendidikan.

“Fondasi pertama kita, mau tidak mau, adalah swasembada pangan. Tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, swasembada pangan merupakan pilar utama strategi pembangunan nasional yang saat ini dijalankan pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berperan aktif memperkuat kemandirian pangan nasional.

Baca Juga: 
KPK Periksa Bupati Pati Sudewo di Kudus demi Keamanan, Jaga-jaga Ada Bentrok

“Swasembada adalah syarat. Itu pilar utama dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang. Saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga memaparkan capaian sektor pangan nasional yang menunjukkan tren positif. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai angka tertinggi sebesar 34,71 juta ton, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

Selain penguatan produksi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Pada 2026 pemerintah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, termasuk industri berbasis komoditas pertanian seperti nata de coco, MCT, coconut flour, serta oleofood berbasis kelapa sawit.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih, kerja keras petani, serta penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga: 
IKAFE, IKATEK dan Fapet Berbagi Juara Liga Domino IKA Unhas di Royal Pegasus Makassar

Ia menambahkan Kementerian Pertanian akan terus mengawal arahan Presiden melalui penguatan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, dan percepatan hilirisasi pertanian sebagai bagian dari strategi menuju kedaulatan pangan nasional.

Rakornas 2026 menjadi momentum percepatan program prioritas Presiden, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta membangun ekonomi nasional yang produktif dan inklusi.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus kemerdekaan sejati bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, daerah, serta kementerian dan lembaga.

Rakornas tersebut diikuti pejabat kementerian/lembaga, kepala daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dari seluruh Indonesia sebagai forum konsolidasi percepatan program prioritas nasional.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud jika kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari pangan, kesehatan, hingga pendidikan.

“Fondasi pertama kita, mau tidak mau, adalah swasembada pangan. Tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, swasembada pangan merupakan pilar utama strategi pembangunan nasional yang saat ini dijalankan pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berperan aktif memperkuat kemandirian pangan nasional.

Baca Juga: 
KPK Dalami Dugaan Pemerasan Proyek dan Dana CSR, Geledah Dinas Perkim Pemkot Madiun

“Swasembada adalah syarat. Itu pilar utama dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang. Saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga memaparkan capaian sektor pangan nasional yang menunjukkan tren positif. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai angka tertinggi sebesar 34,71 juta ton, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

Selain penguatan produksi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Pada 2026 pemerintah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, termasuk industri berbasis komoditas pertanian seperti nata de coco, MCT, coconut flour, serta oleofood berbasis kelapa sawit.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih, kerja keras petani, serta penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga: 
Tabrak Aturan Kuota Haji 50:50, Mantan Menag Yaqut dan Stafsus Jadi Tersangka KPK

Ia menambahkan Kementerian Pertanian akan terus mengawal arahan Presiden melalui penguatan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, dan percepatan hilirisasi pertanian sebagai bagian dari strategi menuju kedaulatan pangan nasional.

Rakornas 2026 menjadi momentum percepatan program prioritas Presiden, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta membangun ekonomi nasional yang produktif dan inklusi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/