SulawesiPos.com – Tape atau tapai adalah salah satu kudapan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat oleh ragi.
Kata tapai sendiri berasal dari bahasa Proto-Melayu Polinesia Barat, tapay, yang berarti “beras yang difermentasi” atau “tuak dari beras”.
Lebih luas lagi, dalam bahasa Proto-Austronesia, tapaj berarti “makanan hasil fermentasi”.
Salah satu varian tapai yang populer adalah tapai ketan hitam, yang menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jawa.
Di Sulawesi Selatan, masyarakat juga biasa menyebutnya hanya dengan “tape”. Kudapan ini sering hadir di berbagai acara, seperti arisan, pengajian, maupun sebagai camilan sehari-hari.
Asal Usul Tape Ketan Hitam
Tape ketan hitam berasal dari Jawa dan telah ada sejak zaman dahulu.
Proses pembuatannya memanfaatkan beras ketan hitam yang difermentasi menggunakan ragi khusus, sehingga menghasilkan rasa manis alami dan aroma khas.
Warna hitam pekat dari beras ketan menambah nilai estetika tape, membuatnya menarik untuk disajikan dalam berbagai acara.
Manfaat Kesehatan Tape Ketan Hitam
Meskipun manis, tape ketan hitam memiliki sejumlah manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar:

