24 C
Makassar
3 February 2026, 5:02 AM WITA

PSI Jadi Magnet Baru Elite, Kepindahan Kader NasDem Jadi Sorotan

SulawesiPos.com – Masuknya tiga kader Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menandai dinamika baru dalam peta perpolitikan nasional.

PSI menilai langkah tersebut tak lepas dari kuatnya pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Direktur Reformasi Birokrasi Dewan Pimpinan Pusat PSI, Ariyo Bimmo menyatakan para kader melihat PSI sebagai partai yang paling konsisten melanjutkan nilai politik Jokowi, mulai dari kerja nyata hingga pendekatan kebijakan yang rasional.

“Efek Jokowi masih sangat kuat. Itu yang membuat mereka yakin bergabung dengan PSI,” kata Ariyo, Rabu (28/1/2026).

Tiga kader yang berpindah adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse.

Di sisi lain, Partai NasDem menilai berpindahnya kader mereka tersebut sebagai keputusan pribadi.

Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa menepis anggapan adanya konflik atau kekecewaan karena jabatan.

“Semua posisi strategis sudah pernah dijalani. Tidak ada masalah di partai,” ujar Saan saat ditemui di lingkungan DPR/MPR, Selasa (27/1/2026).

Meski dibantah sebagai konflik, perpindahan elite ini menunjukkan proses penataan ulang kekuatan politik yang masih terus berlangsung. (Egha)

Baca Juga: 
PDI Perjuangan Hidupkan Kembali Klinik Waluya Sukabumi, Berobat Cukup Rp25 Ribu

SulawesiPos.com – Masuknya tiga kader Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menandai dinamika baru dalam peta perpolitikan nasional.

PSI menilai langkah tersebut tak lepas dari kuatnya pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Direktur Reformasi Birokrasi Dewan Pimpinan Pusat PSI, Ariyo Bimmo menyatakan para kader melihat PSI sebagai partai yang paling konsisten melanjutkan nilai politik Jokowi, mulai dari kerja nyata hingga pendekatan kebijakan yang rasional.

“Efek Jokowi masih sangat kuat. Itu yang membuat mereka yakin bergabung dengan PSI,” kata Ariyo, Rabu (28/1/2026).

Tiga kader yang berpindah adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse.

Di sisi lain, Partai NasDem menilai berpindahnya kader mereka tersebut sebagai keputusan pribadi.

Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa menepis anggapan adanya konflik atau kekecewaan karena jabatan.

“Semua posisi strategis sudah pernah dijalani. Tidak ada masalah di partai,” ujar Saan saat ditemui di lingkungan DPR/MPR, Selasa (27/1/2026).

Meski dibantah sebagai konflik, perpindahan elite ini menunjukkan proses penataan ulang kekuatan politik yang masih terus berlangsung. (Egha)

Baca Juga: 
Taufan Pawe Tekankan Kehadiran Negara Tidak Boleh Hanya Sebatas Simbol di Perbatasan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/