24 C
Makassar
3 February 2026, 5:06 AM WITA

Desakan Pemekaran Luwu Raya Memanas, Aksi Wija To Luwu Lumpuhkan Sejumlah Jalur Utama

Overview

  • Aliansi Wija To Luwu kembali menggelar aksi dengan menutup sejumlah jalur utama untuk menekan pemerintah pusat merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
  • Aksi penutupan jalan berdampak pada arus lalu lintas di beberapa wilayah strategis di Luwu dan sekitarnya.
  • Massa menilai aspirasi pemekaran telah lama disampaikan namun belum mendapat tindak lanjut konkret dari pemerintah pusat.

SulawesiPos.com – Gelombang aksi Aliansi Wija To Luwu kembali berlanjut pada Sabtu (24/1) pagi, sehari setelah demonstrasi serupa digelar.

Kali ini, tekanan massa terasa lebih kuat karena berdampak langsung pada mobilitas warga di sejumlah ruas jalan utama wilayah Luwu dan sekitarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah akses strategis ditutup massa aksi menggunakan batang pohon dan spanduk, menyebabkan antrean kendaraan mengular dan arus lalu lintas tersendat.

Beberapa titik yang terdampak penutupan antara lain perbatasan Luwu, Sampoddo di Kota Palopo, Walenrang, Masamba, Baliase, hingga Tana Lili di Luwu Utara.

Aksi ini merupakan bentuk desakan agar pemerintah pusat segera merespons tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang hingga kini belum juga terealisasi.

Baca Juga: 
Blokade Jalan Nasional di Luwu Tengah, 15 Pohon Ditebang Saat Aksi Pemekaran Luwu Raya

Massa menilai aspirasi pemekaran tersebut telah memenuhi syarat politik dan administratif sejak beberapa tahun lalu, namun tidak kunjung ditindaklanjuti.

Overview

  • Aliansi Wija To Luwu kembali menggelar aksi dengan menutup sejumlah jalur utama untuk menekan pemerintah pusat merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
  • Aksi penutupan jalan berdampak pada arus lalu lintas di beberapa wilayah strategis di Luwu dan sekitarnya.
  • Massa menilai aspirasi pemekaran telah lama disampaikan namun belum mendapat tindak lanjut konkret dari pemerintah pusat.

SulawesiPos.com – Gelombang aksi Aliansi Wija To Luwu kembali berlanjut pada Sabtu (24/1) pagi, sehari setelah demonstrasi serupa digelar.

Kali ini, tekanan massa terasa lebih kuat karena berdampak langsung pada mobilitas warga di sejumlah ruas jalan utama wilayah Luwu dan sekitarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah akses strategis ditutup massa aksi menggunakan batang pohon dan spanduk, menyebabkan antrean kendaraan mengular dan arus lalu lintas tersendat.

Beberapa titik yang terdampak penutupan antara lain perbatasan Luwu, Sampoddo di Kota Palopo, Walenrang, Masamba, Baliase, hingga Tana Lili di Luwu Utara.

Aksi ini merupakan bentuk desakan agar pemerintah pusat segera merespons tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang hingga kini belum juga terealisasi.

Baca Juga: 
Diskusi Luwu Raya: Antara Harapan, Realitas, dan Tantangan Hukum

Massa menilai aspirasi pemekaran tersebut telah memenuhi syarat politik dan administratif sejak beberapa tahun lalu, namun tidak kunjung ditindaklanjuti.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/