Overview
-
IHSG melemah 1 persen ke level 8.901,89 pada awal perdagangan Jumat seiring dominasi tekanan jual di pasar saham.
-
Meski indeks terkoreksi, aktivitas transaksi tetap ramai dengan nilai perdagangan mencapai Rp3,29 triliun pada sesi pagi.
-
Pelemahan pasar dipengaruhi sentimen global, sementara sejumlah saham besar seperti BUMI, PTRO, dan BBCA mengalami tekanan.
SulawesiPos.com – Pasar saham domestik mengawali perdagangan Jumat (23/1/2026) dengan tekanan jual yang cukup kuat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat langsung bergerak melemah ke level 8.901,89 hanya dalam tujuh menit setelah pembukaan perdagangan.
Penurunan indeks mencapai 1 persen atau setara 90,29 poin, mencerminkan dominasi aksi jual di sejumlah saham.
Berdasarkan data perdagangan awal, mayoritas saham belum menunjukkan penguatan, dengan ratusan emiten bergerak melemah dan sebagian lainnya stagnan.
Meski indeks terkoreksi, aktivitas transaksi justru terpantau cukup aktif. Nilai perdagangan pagi ini menembus Rp3,29 triliun dengan volume 6,13 miliar saham yang diperdagangkan melalui lebih dari 374 ribu kalli transaksi.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencuri perhatian investor dengan nilai transaksi terbesar.
Namun, tingginya minat jual membuat harga saham BUMI terkoreksi 3,45 persen ke level 336.
Tekanan serupa juga terjadi pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang anjlok 10,44 persen serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 0,65 persen.
Sentimen global masih menjadi faktor utama, mulai dari ketegangan geopolitik, arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), hingga menanti rilis data ketenagakerjaan AS.

