Puluhan Tahun Tak Tersentuh, Jalan Bulu Tanah Kini Jadi Nadi Ekonomi Empat Desa

SulawesiPos.com – Penantian panjang masyarakat di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, akhirnya terjawab.

Ruas jalan Bulu Tanah yang selama puluhan tahun dinantikan pembangunannya kini mulai dikerja. Ruas ini menghadirkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat di empat desa.

Ruas Bulu Tanah–Lemo–Wae Tuo–Abbumpungen dengan panjang hampir 2 kilometer menjadi salah satu pembangunan yang bakal menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kajuara

Jalan yang sebelumnya menjadi salah satu kendala mobilitas warga kini bakal membuka akses yang lebih mudah, terutama bagi petani yang hendak membawa dan memasarkan hasil pertanian mereka.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Bone, Dr. H. Muslimin, SE., MM. (HMS), memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman BerAmal yang dinilai terus menghadirkan pembangunan dengan semangat keadilan dan pemerataan.

HMS menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap ruas jalan tersebut.

“Ini merupakan bentuk pembangunan yang berkeadilan. Kami mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih karena ruas ini akhirnya mendapat perhatian setelah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan,” ujar HMS usai meninjau pembangunan ruas jalan Bulu Tanah, Kamis (10/9/2026).

BACA JUGA:  Rp33,7 Miliar untuk Konektivitas Desa, Bupati Bone Resmikan Jalan Beton Timurung–Telle–Allamangeng Patue

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar memperbaiki akses transportasi. Lebih jauh, jalan tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

“Pemerintahan BerAmal terbukti menghasilkan pembangunan BerKeadilan. Menghadirkan pembangunan yang merata mulai dari Bone Selatan, Bone Barat, Bone Utara, dan kota,” tukasnya.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, hasil pertanian masyarakat dari empat desa diharapkan lebih mudah dibawa menuju pasar maupun pusat-pusat perdagangan.

“Ketika akses jalan terbuka, masyarakat semakin mudah beraktivitas. Petani juga lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya. Ini tentu menjadi penggerak ekonomi desa,” jelasnya.

Empat desa yang terhubung melalui ruas tersebut yakni Desa Bulu Tanah, Desa Lemo, Desa Wae Tuo, dan Desa Abbumpungen, Kecamatan Kajuara.

Bagi masyarakat, pembangunan jalan ini bukan hanya soal hamparan aspal atau akses kendaraan. Jalan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di wilayah yang selama bertahun-tahun menunggu perhatian pembangunan.

Warga pun menilai pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan hingga terealisasi.

BACA JUGA:  Proyek Jalan Multiyears Rp274 Miliar di Sulsel Digenjot, Sejumlah Ruas Tunjukkan Progres Signifikan

“Terima kasih HMS telah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terima kasih pemerintahan BerAmal,” ucap Muhtar warga Kajuara.

SulawesiPos.com – Penantian panjang masyarakat di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, akhirnya terjawab.

Ruas jalan Bulu Tanah yang selama puluhan tahun dinantikan pembangunannya kini mulai dikerja. Ruas ini menghadirkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat di empat desa.

Ruas Bulu Tanah–Lemo–Wae Tuo–Abbumpungen dengan panjang hampir 2 kilometer menjadi salah satu pembangunan yang bakal menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kajuara

Jalan yang sebelumnya menjadi salah satu kendala mobilitas warga kini bakal membuka akses yang lebih mudah, terutama bagi petani yang hendak membawa dan memasarkan hasil pertanian mereka.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Bone, Dr. H. Muslimin, SE., MM. (HMS), memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman BerAmal yang dinilai terus menghadirkan pembangunan dengan semangat keadilan dan pemerataan.

HMS menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap ruas jalan tersebut.

“Ini merupakan bentuk pembangunan yang berkeadilan. Kami mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih karena ruas ini akhirnya mendapat perhatian setelah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan,” ujar HMS usai meninjau pembangunan ruas jalan Bulu Tanah, Kamis (10/9/2026).

BACA JUGA:  Proyek Jalan Multiyears Rp274 Miliar di Sulsel Digenjot, Sejumlah Ruas Tunjukkan Progres Signifikan

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar memperbaiki akses transportasi. Lebih jauh, jalan tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

“Pemerintahan BerAmal terbukti menghasilkan pembangunan BerKeadilan. Menghadirkan pembangunan yang merata mulai dari Bone Selatan, Bone Barat, Bone Utara, dan kota,” tukasnya.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, hasil pertanian masyarakat dari empat desa diharapkan lebih mudah dibawa menuju pasar maupun pusat-pusat perdagangan.

“Ketika akses jalan terbuka, masyarakat semakin mudah beraktivitas. Petani juga lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya. Ini tentu menjadi penggerak ekonomi desa,” jelasnya.

Empat desa yang terhubung melalui ruas tersebut yakni Desa Bulu Tanah, Desa Lemo, Desa Wae Tuo, dan Desa Abbumpungen, Kecamatan Kajuara.

Bagi masyarakat, pembangunan jalan ini bukan hanya soal hamparan aspal atau akses kendaraan. Jalan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di wilayah yang selama bertahun-tahun menunggu perhatian pembangunan.

Warga pun menilai pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan hingga terealisasi.

BACA JUGA:  Masyarakat Bone Apresiasi Pemerintah, Dana Inpres dan APBD Provinsi Dorong Pembangunan Jalan

“Terima kasih HMS telah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terima kasih pemerintahan BerAmal,” ucap Muhtar warga Kajuara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru