SulawesiPos.com – PSIM Yogyakarta terhindar dari kekalahan di hari ulang tahun ke-97 klub setelah Adrian Purzycki mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84 dan memaksa Persita Tangerang bermain imbang 1-1 dalam laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026).
Persita sempat berada di jalur kemenangan setelah Luquinhas membobol gawang PSIM pada awal babak kedua.
Gol itu lahir pada menit ke-49 setelah koordinasi lini belakang PSIM tidak berjalan mulus, sehingga Luquinhas mendapatkan ruang untuk membawa Pendekar Cisadane unggul 1-0.
PSIM baru mampu membalas enam menit menjelang waktu normal berakhir melalui Adrian Purzycki yang memanfaatkan bola rebound di depan gawang Persita.
Pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel, mengakui permainan timnya belum berada pada level terbaik, terutama dari sisi akurasi umpan.
“Hal yang paling utama, tadi kami banyak passing yang kurang presisi. Operan kami juga banyak yang kurang,” kata Van Gastel seusai pertandingan.
Van Gastel melakukan perubahan di tengah laga dengan memasukkan Muhammad Alwi Fadilah, Raka Cahyana, dan Nermin Haljetadi untuk menambah energi serangan.
Pergantian itu ikut membantu PSIM meningkatkan tekanan pada fase akhir pertandingan sampai akhirnya gol penyeimbang tercipta.
“Kami senang karena hari ini adalah hari jadi PSIM ke-97. Kami mohon maaf belum bisa memberikan kemenangan untuk fans,” kata dia.
Persita Kehilangan Kontrol di Menit Akhir
Bagi Persita, hasil imbang ini terasa seperti kehilangan dua poin karena mereka sudah unggul lebih dulu dan tinggal menjaga keunggulan sampai akhir laga.
Pelatih Persita, Carlos Pena, tidak menutupi kekecewaannya setelah timnya gagal membawa pulang kemenangan dari Bantul.
“Kami tidak senang dengan kondisi ini karena kami hampir menang, tetapi malah imbang,” katanya.
Carlos mengakui tekanan PSIM pada fase akhir pertandingan membuat Persita kesulitan mengontrol permainan.
“20 menit terakhir PSIM push ke depan. Kami sedikit kesulitan mengontrol itu,” ujarnya.
Ia menyebut laga pembuka musim ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persita sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kita berharap laga ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Adrian Jadi Penyelamat Laskar Mataram
Pertandingan berjalan cukup terbuka sejak babak pertama, meski tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum.

