SulawesiPos.com – Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil sangat meyakinkan pada hari pertama rangkaian balapan Moto3 Grand Prix Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Jumat (7/8/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Namun, saat sesi kualifikasi ia tampil loyo sehingga hanya bisa start dari posisi 16 pada balapan Minggu 9 Agustus 2026 waktu setempat.
Pembalap berusia 17 tahun asal Wonosari, Gunungkidul, yang membela Honda Team Asia, pada awalnya menunjukkan kinerja yang sangst impresif.
Veda Pratama berhasil menempati posisi ketiga pada gabungan hasil latihan bebas dan langsung mengunci tiket ke sesi kualifikasi kedua (Q2).
Memulai langkahnya dari posisi keenam di FP1 dengan catatan waktu 2:11,085 detik, Veda perlahan namun pasti meningkatkan performanya seiring berjalannya sesi.
Di penghujung hari, ia membukukan waktu terbaik 2:09,639 detik – hanya terpaut tipis dari pemimpin sesi Valentín Perrone (0,070 detik) dan posisi kedua Scott Ogden (0,010 detik).
Peningkatan waktu lebih dari satu detik dalam sehari menunjukkan adaptasi cepatnya di lintasan legendaris yang terkenal menuntut presisi tinggi ini.
“Finis di posisi ketiga adalah perasaan yang luar biasa. Sejak sesi pertama kami terus mencari pengaturan terbaik, dan motor mulai terasa semakin nyaman saat dipacu,” kata Veda Prstama.
“Saya senang bisa langsung lolos ke Q2, namun masih ada banyak hal yang harus diperbaiki agar bisa bersaing lebih ketat besok,” ungkap Veda.
Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun memberikan apresiasi tinggi atas penampilan pembalap nomor balap 9 ini.
“Hari ini terbilang sangat positif. Meski trek sempat terasa licin di awal, Veda mampu membaca kondisi dengan baik dan terus meningkatkan kecepatannya. Hasil ketiga ini adalah modal bagus, namun kami tetap fokus untuk memaksimalkan potensi di kualifikasi besok,” ujarnya.
Veda Pratama Loyo di Sesi Kualifikasi
Namun dinamika berubah pada sesi kualifikasi hari Sabtu (8/8/2026).
Veda terpaksa puas memulai balapan utama dari posisi ke-16 di grid, hasil yang cukup kontras dibandingkan ritme kencang yang ditunjukannya sehari sebelumnya akibat kurang pasnya penerapan strategi saat mencoba putaran cepat.

