SulawesiPos.com – Klub raksasa Italia, AC Milan, resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Massimiliano Allegri setelah kegagalan tim lolos ke Liga Champions musim 2026/2027.
Keputusan besar tersebut diumumkan manajemen Rossoneri hanya beberapa jam setelah kekalahan dramatis 1-2 dari Cagliari Calcio pada pekan terakhir Serie A.
Kekalahan itu membuat Milan finis di posisi kelima klasemen akhir Serie A dan kembali absen dari kompetisi elite Eropa untuk musim kedua secara beruntun.
Situasi tersebut memicu kemarahan besar dari manajemen dan suporter yang menilai performa tim jauh dari ekspektasi.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Milan menyebut musim ini sebagai hasil yang “tidak dapat diterima” bagi klub sebesar Rossoneri.
“Klub berterima kasih kepada Massimiliano Allegri atas profesionalisme dan dedikasinya. Namun hasil akhir musim ini tidak sesuai target dan visi klub ke depan,” bunyi pernyataan resmi AC Milan pada Senin malam, 25 Mei 2026.
Allegri sendiri mengakui dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan Milan menembus empat besar Serie A.
Pelatih yang pernah membawa Milan meraih Scudetto pada periode pertamanya itu mengaku kecewa tidak mampu memenuhi harapan klub.
“Saya menerima semua kritik dan bertanggung jawab atas hasil musim ini. Milan harus selalu bermain di Liga Champions,” ujar Allegri usai pertandingan terakhir musim ini.
Kembalinya Allegri ke San Siro pada awal 2025 sempat disambut antusias.
Pengalamannya bersama Milan dan Juventus diyakini mampu membawa Rossoneri kembali berjaya.
Namun performa inkonsisten, terutama di paruh kedua musim, membuat proyek tersebut berakhir lebih cepat dari harapan.
Selain pemecatan Allegri, Milan juga dikabarkan melakukan restrukturisasi besar di level manajemen.
Sejumlah nama penting dalam struktur direksi disebut akan meninggalkan jabatan mereka sebagai bagian dari revolusi klub menuju musim baru.
Kini fokus Milan tertuju pada pencarian pelatih anyar.
Beberapa nama mulai dikaitkan dengan kursi panas San Siro, termasuk pelatih asal Spanyol yang tengah naik daun di Eropa.
Kegagalan lolos ke Liga Champions juga diprediksi memengaruhi aktivitas transfer Rossoneri musim panas ini.
Beberapa pemain bintang disebut mulai mempertimbangkan masa depan mereka jika Milan gagal segera kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Meski demikian, manajemen klub menegaskan bahwa proyek pembangunan ulang akan segera dimulai demi mengembalikan kejayaan Rossoneri di Italia maupun Eropa.

