IHSG Tertekan, Bos Danantara Rosan Roeslani Tegaskan Fokus Investasi Jangka Panjang

SulawesiPos.com – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, angkat bicara mengenai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Bahkan, kinerja IHSG tercatat menjadi salah satu yang terburuk dibandingkan pasar modal global lainnya.

Rosan menjelaskan, kehadiran Danantara di pasar modal Indonesia memang dirancang dengan orientasi jangka panjang.

Ia menilai, secara fundamental, kinerja emiten BUMN masih tergolong solid dengan pertumbuhan dua digit.

“(Langkah) BEI dan OJK terus sempurnakan bursa kita menjadi lebih baik dan transparan adalah proses yang kami yakini akan jadi kepercayaan untuk bursa kita jauh lebih baik,” ujar Rosan saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut, Rosan menyoroti valuasi saham-saham BUMN saat ini yang menurutnya cukup menarik.

Dengan harga saham yang diperdagangkan sekarang, imbal hasil atau yield untuk jangka menengah hingga panjang disebut telah berada di kisaran 10 hingga 11 persen.

BACA JUGA: 
Berikut Ini Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Rabu 28 januari 2026

Yield tersebut mencerminkan perbandingan dividen per saham terhadap harga saham di pasar.

“Kita yakin bahwa ini lah proses kita menjadi lebih baik, seperti pak Prof Dasco sampaikan, bahwa ini adalah perjalan yang positif ke depan. Kalau kita lihat harian bulanan itu (terkoreksi), tapi kan tujuan kita bukan harian bulanan tapi jangka panjang jadi diharap bursa kita terus tumbuh baik dari segi emiten, investor dan lain-lain,” jelas Rosan.

Ia juga menekankan daya tahan pasar modal Indonesia yang ditopang oleh basis investor yang terus bertumbuh.

Saat ini, jumlah investor pasar modal telah menembus angka 27 juta, meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Jadi kami dari Danantara melihat ini menang di bursa ada ups and down, tapi kita lihat bahwa fundamental kami baik, yieldnya tinggi, jadi itu yang perlu dijelasin ke investor,” tutup Rosan.

SulawesiPos.com – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, angkat bicara mengenai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Bahkan, kinerja IHSG tercatat menjadi salah satu yang terburuk dibandingkan pasar modal global lainnya.

Rosan menjelaskan, kehadiran Danantara di pasar modal Indonesia memang dirancang dengan orientasi jangka panjang.

Ia menilai, secara fundamental, kinerja emiten BUMN masih tergolong solid dengan pertumbuhan dua digit.

“(Langkah) BEI dan OJK terus sempurnakan bursa kita menjadi lebih baik dan transparan adalah proses yang kami yakini akan jadi kepercayaan untuk bursa kita jauh lebih baik,” ujar Rosan saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut, Rosan menyoroti valuasi saham-saham BUMN saat ini yang menurutnya cukup menarik.

Dengan harga saham yang diperdagangkan sekarang, imbal hasil atau yield untuk jangka menengah hingga panjang disebut telah berada di kisaran 10 hingga 11 persen.

BACA JUGA: 
Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin, 27 April 2026

Yield tersebut mencerminkan perbandingan dividen per saham terhadap harga saham di pasar.

“Kita yakin bahwa ini lah proses kita menjadi lebih baik, seperti pak Prof Dasco sampaikan, bahwa ini adalah perjalan yang positif ke depan. Kalau kita lihat harian bulanan itu (terkoreksi), tapi kan tujuan kita bukan harian bulanan tapi jangka panjang jadi diharap bursa kita terus tumbuh baik dari segi emiten, investor dan lain-lain,” jelas Rosan.

Ia juga menekankan daya tahan pasar modal Indonesia yang ditopang oleh basis investor yang terus bertumbuh.

Saat ini, jumlah investor pasar modal telah menembus angka 27 juta, meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Jadi kami dari Danantara melihat ini menang di bursa ada ups and down, tapi kita lihat bahwa fundamental kami baik, yieldnya tinggi, jadi itu yang perlu dijelasin ke investor,” tutup Rosan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru