SulawesiPos.com – Rentetan tragedi tenggelam menimpa anak-anak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam sehari, empat bocah dilaporkan meninggal dunia usai tenggelam di kubangan bekas galian tambang dan empang yang dipenuhi air.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) di sejumlah titik berbeda, mayoritas berada di Kecamatan Mandai. Insiden tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap bekas area tambang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros menyebut seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian dan evakuasi dilakukan bersama tim SAR serta warga.
Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya menerima laporan darurat secara berturut-turut sejak siang hingga sore hari.
“Total ada empat anak yang menjadi korban di dua kecamatan berbeda dalam sehari,” ungkapnya dikutip Senin (18/5/2026).
Korban pertama diketahui berinisial AZ (10), seorang siswi sekolah dasar yang tenggelam di kawasan Lingkungan Tamarampu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai sekitar pukul 11.30 Wita.
Saat kejadian, korban disebut sedang bermain bersama tiga temannya di sekitar kubangan bekas galian empang.
Diduga korban terpeleset lalu tenggelam ke dasar kubangan yang cukup dalam.
Petugas SAR yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat berhasil dievakuasi.
Belum lama setelah proses evakuasi pertama selesai, BPBD kembali menerima laporan dua anak lain tenggelam di lokasi berbeda yang masih berada di Kecamatan Mandai.
Kedua korban masing-masing berinisial HF (4) dan AB (8). Warga setempat sempat berupaya melakukan penyelamatan secara mandiri sebelum petugas tiba di lokasi, namun nyawa keduanya tidak tertolong.
Informasi yang dihimpun menyebut kedua anak tersebut diduga tenggelam saat bermain dan mencari kerang di kolam bekas galian tambang yang dipenuhi air.
Saat ditemukan, keduanya berada dalam posisi berpelukan di dasar kolam.
Selain tiga korban di Mandai, satu bocah lainnya juga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di wilayah berbeda di Kabupaten Maros pada hari yang sama.
“Kami mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar bekas galian tambang atau kubangan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tegas Towadeng.

