SulawesiPos.com – Apple dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan besar pada asisten virtual Siri yang kini berbasis kecerdasan buatan. Salah satu fitur utama yang disorot adalah opsi penghapusan riwayat percakapan secara otomatis sebagai upaya memperkuat perlindungan privasi pengguna.
Laporan terbaru dari Engadget mengungkapkan bahwa pengguna nantinya dapat menentukan sendiri berapa lama percakapan dengan Siri disimpan. Pilihan durasi yang disediakan mencakup 30 hari, satu tahun, atau disimpan permanen tanpa batas waktu.
Selain itu, Apple juga disebut akan menghadirkan pengaturan baru terkait konteks percakapan. Pengguna bisa memilih untuk melanjutkan percakapan sebelumnya atau memulai sesi baru tanpa membawa riwayat lama.
Pendekatan ini dinilai berbeda dengan sejumlah perusahaan kecerdasan buatan lain yang umumnya menyimpan data percakapan pengguna dalam jumlah besar. Data tersebut biasanya dimanfaatkan untuk melatih sistem agar semakin cerdas dan responsif.
Sebaliknya, Apple memilih kebijakan yang lebih ketat dengan menempatkan privasi sebagai prioritas utama dalam pengembangan teknologi AI. Perusahaan ini disebut lebih mengandalkan data sintetis dibandingkan percakapan asli pengguna untuk melatih sistem kecerdasan buatannya.
Meski strategi tersebut kerap dianggap membuat kemampuan AI Apple tertinggal dibandingkan para pesaingnya, Apple diyakini konsisten menjadikan perlindungan data sebagai nilai utama dalam setiap inovasi.
Versi terbaru Siri diperkirakan akan diperkenalkan pada ajang WWDC 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Ajang tahunan ini biasanya menjadi momentum Apple untuk memperkenalkan pembaruan besar pada perangkat lunak dan layanan digital mereka.

