Hadiri Rapat Pengendalian Inflasi Sulsel, Pemkab Bone Jaga Daya Beli dan Stabilitas Harga Jelang Iduladha

SulawesiPos.com — Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin SP MM menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/6/2026).

Forum strategis tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara TPID Provinsi Sulsel dan seluruh TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Kegiatan dibuka langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj Fatmawati Rusdi, dengan mengusung tema “Upaya Stabilisasi Harga Jelang Momen HKBN Iduladha 2026”.

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya langkah antisipatif seluruh pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

“Pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh kabupaten/kota agar pasokan dan distribusi pangan tetap terjaga,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Stadion Sudiang Makassar Segera Dibangun, Kepastian Hukum Lahan Jadi Sorotan

Ia juga meminta seluruh TPID di Sulsel memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga secara berkala, dan menyiapkan langkah intervensi cepat jika terjadi gejolak harga di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan bahwa Sulawesi Selatan pada April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), lebih rendah dibanding Maret 2026 yang mencapai 0,59 persen.

Secara tahunan, inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,50 persen (yoy), sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,17 persen (ytd).

Dalam paparannya juga disebutkan Kota Palopo mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,47 persen, sementara Kabupaten Wajo mencatat deflasi terdalam sebesar 0,52 persen.

Beberapa komoditas seperti tomat, cabai rawit, ikan layang, ikan bandeng, dan telur ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi di sejumlah daerah.

Adapun perkembangan harga pangan strategis hingga Minggu I Mei 2026 menunjukkan kenaikan harga pada cabai merah, gula pasir, daging sapi, dan minyak goreng. Sementara harga telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit mengalami penurunan. Harga beras disebut relatif stabil.

BACA JUGA: 
Bawa Misi Besar, 39 Kafilah Bone Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ Sulsel, ⁠Optimis Rebut Kembali Juara Umum

TPID Sulsel juga mendorong penguatan neraca pangan melalui aplikasi SIGAP SULTAN yang dilengkapi sistem pemantauan stok dan Early Warning System (EWS) guna memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Iduladha.

“Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi dan pasokan tetap berjalan lancar,” kata Andi Akmal.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh instansi terkait menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, OJK, instansi vertikal, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (kar)

SulawesiPos.com — Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin SP MM menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/6/2026).

Forum strategis tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara TPID Provinsi Sulsel dan seluruh TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Kegiatan dibuka langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj Fatmawati Rusdi, dengan mengusung tema “Upaya Stabilisasi Harga Jelang Momen HKBN Iduladha 2026”.

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya langkah antisipatif seluruh pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

“Pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh kabupaten/kota agar pasokan dan distribusi pangan tetap terjaga,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Ngabuburit di Bone, Borong Takjil UMKM dan Dibagikan Gratis ke Warga

Ia juga meminta seluruh TPID di Sulsel memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga secara berkala, dan menyiapkan langkah intervensi cepat jika terjadi gejolak harga di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan bahwa Sulawesi Selatan pada April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), lebih rendah dibanding Maret 2026 yang mencapai 0,59 persen.

Secara tahunan, inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,50 persen (yoy), sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,17 persen (ytd).

Dalam paparannya juga disebutkan Kota Palopo mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,47 persen, sementara Kabupaten Wajo mencatat deflasi terdalam sebesar 0,52 persen.

Beberapa komoditas seperti tomat, cabai rawit, ikan layang, ikan bandeng, dan telur ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi di sejumlah daerah.

Adapun perkembangan harga pangan strategis hingga Minggu I Mei 2026 menunjukkan kenaikan harga pada cabai merah, gula pasir, daging sapi, dan minyak goreng. Sementara harga telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit mengalami penurunan. Harga beras disebut relatif stabil.

BACA JUGA: 
Potensi Zakat Rp500 M, Bupati Bone Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat Melalui Baznas

TPID Sulsel juga mendorong penguatan neraca pangan melalui aplikasi SIGAP SULTAN yang dilengkapi sistem pemantauan stok dan Early Warning System (EWS) guna memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Iduladha.

“Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi dan pasokan tetap berjalan lancar,” kata Andi Akmal.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh instansi terkait menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, OJK, instansi vertikal, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru