Madrid Bekuk Espanyol 2-0, Pangkas Jarak Jadi 11 Poin tapi Peluang Juara Tipis

SulawesiPos.com – Real Madrid menjaga napas mereka di akhir musim La Liga usai meraih kemenangan 2-0 atas Espanyol di RCDE Stadium, Senin (4/5/2026) dini hari.

Meski berhasil memangkas jarak di papan klasemen, peluang menuju gelar tetap berada di ujung yang nyaris mustahil.

Madrid datang dengan satu misi, menang atau keluar dari persaingan. Tekanan itu terlihat sejak awal, namun efektivitas baru muncul setelah jeda.

Babak pertama berjalan dengan dominasi penguasaan bola dari tim tamu, tetapi minim peluang bersih.

Kesempatan terbaik justru datang dari Vinicius Junior, yang tendangannya hanya membentur tiang gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-55. Vinicius membuka keunggulan lewat aksi individu, melewati lini pertahanan sebelum menaklukkan kiper dari sudut sempit, hasil kerja sama dengan Gonzalo Garcia.

Sepuluh menit berselang, pemain asal Brasil itu kembali menjadi pembeda.

Kali ini, ia memanfaatkan umpan tumit dari Jude Bellingham dan mengubahnya menjadi gol kedua dengan sepakan melengkung ke pojok gawang.

BACA JUGA: 
Momen Akrab Vinicius Jr & Camavinga Curi Perhatian

Espanyol sebenarnya sempat memberi tekanan, terutama melalui situasi bola mati. Namun, Andriy Lunin tampil solid dan menggagalkan beberapa peluang berbahaya.

Laga juga diwarnai keputusan kontroversial ketika Omar El Hilali sempat diganjar kartu merah. Setelah tinjauan VAR, wasit mengubahnya menjadi kartu kuning.

Hingga peluit akhir, Madrid tetap mengontrol permainan tanpa menambah gol.

Kemenangan ini membuat mereka memangkas jarak menjadi 11 poin dengan empat pertandingan tersisa.

Namun, secara realistis, peluang juara masih sangat kecil. Madrid membutuhkan rangkaian hasil sempurna sekaligus berharap rival terpeleset di sisa musim.

Di sisi lain, Barcelona harus menunda kepastian gelar mereka dan berpotensi menguncinya pada laga berikutnya, termasuk dalam duel krusial El Clasico pekan depan.

Bagi Madrid, kemenangan ini mungkin belum cukup untuk mengubah nasib, tetapi setidaknya menjaga gengsi tetap hidup hingga garis akhir musim.

SulawesiPos.com – Real Madrid menjaga napas mereka di akhir musim La Liga usai meraih kemenangan 2-0 atas Espanyol di RCDE Stadium, Senin (4/5/2026) dini hari.

Meski berhasil memangkas jarak di papan klasemen, peluang menuju gelar tetap berada di ujung yang nyaris mustahil.

Madrid datang dengan satu misi, menang atau keluar dari persaingan. Tekanan itu terlihat sejak awal, namun efektivitas baru muncul setelah jeda.

Babak pertama berjalan dengan dominasi penguasaan bola dari tim tamu, tetapi minim peluang bersih.

Kesempatan terbaik justru datang dari Vinicius Junior, yang tendangannya hanya membentur tiang gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-55. Vinicius membuka keunggulan lewat aksi individu, melewati lini pertahanan sebelum menaklukkan kiper dari sudut sempit, hasil kerja sama dengan Gonzalo Garcia.

Sepuluh menit berselang, pemain asal Brasil itu kembali menjadi pembeda.

Kali ini, ia memanfaatkan umpan tumit dari Jude Bellingham dan mengubahnya menjadi gol kedua dengan sepakan melengkung ke pojok gawang.

BACA JUGA: 
Atletico Madrid Pesta Gol! Hajar Espanyol 4-2 di Paruh Kedua yang Menggila

Espanyol sebenarnya sempat memberi tekanan, terutama melalui situasi bola mati. Namun, Andriy Lunin tampil solid dan menggagalkan beberapa peluang berbahaya.

Laga juga diwarnai keputusan kontroversial ketika Omar El Hilali sempat diganjar kartu merah. Setelah tinjauan VAR, wasit mengubahnya menjadi kartu kuning.

Hingga peluit akhir, Madrid tetap mengontrol permainan tanpa menambah gol.

Kemenangan ini membuat mereka memangkas jarak menjadi 11 poin dengan empat pertandingan tersisa.

Namun, secara realistis, peluang juara masih sangat kecil. Madrid membutuhkan rangkaian hasil sempurna sekaligus berharap rival terpeleset di sisa musim.

Di sisi lain, Barcelona harus menunda kepastian gelar mereka dan berpotensi menguncinya pada laga berikutnya, termasuk dalam duel krusial El Clasico pekan depan.

Bagi Madrid, kemenangan ini mungkin belum cukup untuk mengubah nasib, tetapi setidaknya menjaga gengsi tetap hidup hingga garis akhir musim.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru