Pengakuan Alumni Akuntansi PNUP: Klaim Jadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen

SulawesiPos.com — Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret oknum dosen di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus mengungkap fakta baru.

Setelah pemberitaan mencuat di dunia maya, seorang alumni perempuan Jurusan Akuntansi PNUP angkatan 2021 menghubungi SulawesiPos.com dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, alumni berinisial R (22) mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban dugaan pelecehan oleh dosen berinisial I saat masih berstatus mahasiswa.

“Saya alumni jurusan akuntansi PNUP. Saya juga pernah dilecehkan oleh dosen tersebut, saat di lantai 3 kampus 2 saat itu di siang hari,” ungkap R melalui pesan singkat di Instagram, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian kondisi kampus dalam keadaan sunyi karena aktivitas perkuliahan sedang berlangsung di dalam kelas. R saat itu berjalan menyusuri koridor lantai 3 untuk menuju ruang kelasnya.

“Saya mengarah ke kelas dan ada beliau. Saya pun salim dan seketika tangan saya di tarik kencang ke tubuh dosen tersebut sehingga tubuh depan saya rapat dengan tubuh (bagian) depannya dia,” tulisnya.

BACA JUGA: 
Bos Pria Perkosa Pelayan Warung di Makassar, Istrinya Malah Merekam

R mengaku terkejut dan tidak mampu bereaksi ketika peristiwa itu terjadi. Rasa kaget dan takut membuatnya memilih menjauh dari lokasi.

“Seketika saya kaget dan tidak tahu mau berbuat apa-apa dan saya hanya memilih lari masuk kelas dan menghiraukan dia yang masih sempat-sempatnya mencari topik,” lanjut R.

Pasca kejadian tersebut, R menyebut tidak pernah lagi menyapa dosen yang bersangkutan karena mengalami trauma.

Ia juga mengaku sebelumnya telah mendengar kabar yang beredar di lingkungan kampus terkait dugaan perilaku tidak pantas dosen tersebut terhadap mahasiswi.

“Dan saat itu saya paham bahwa gosip terkait dosen (inisial I) yang (diduga) sering melecehkan itu benar adanya,” ungkapnya.

Pengakuan alumni ini menambah daftar testimoni yang mencuat ke publik seiring berjalannya proses penanganan laporan dugaan kekerasan seksual di lingkungan PNUP.

Hingga kini, pihak kampus melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) masih menjalankan tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA: 
Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI Sebut Aksinya Hanya Candaan

Sebelumnya diberitakan, Ketua BEM KMPNUP, Hendra Saputra mengatakan sejumlah alumni Jurusan Akuntansi angkatan 2020–2021 juga disebut membenarkan adanya dugaan perilaku dosen I yang terjadi sebelum kasus ini mencuat.

“Teman-teman di Akuntansi, terlebih alumninya, mendukung gerakan ini dan meminta Himpunan Akuntansi untuk mendukung advokasi,” katanya saat ditemui, Kamis (30/4).

SulawesiPos.com — Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret oknum dosen di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus mengungkap fakta baru.

Setelah pemberitaan mencuat di dunia maya, seorang alumni perempuan Jurusan Akuntansi PNUP angkatan 2021 menghubungi SulawesiPos.com dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, alumni berinisial R (22) mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban dugaan pelecehan oleh dosen berinisial I saat masih berstatus mahasiswa.

“Saya alumni jurusan akuntansi PNUP. Saya juga pernah dilecehkan oleh dosen tersebut, saat di lantai 3 kampus 2 saat itu di siang hari,” ungkap R melalui pesan singkat di Instagram, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian kondisi kampus dalam keadaan sunyi karena aktivitas perkuliahan sedang berlangsung di dalam kelas. R saat itu berjalan menyusuri koridor lantai 3 untuk menuju ruang kelasnya.

“Saya mengarah ke kelas dan ada beliau. Saya pun salim dan seketika tangan saya di tarik kencang ke tubuh dosen tersebut sehingga tubuh depan saya rapat dengan tubuh (bagian) depannya dia,” tulisnya.

BACA JUGA: 
BPM FH UI Cabut Keanggotaan Terduga Pelaku Pelecehan yang Viral

R mengaku terkejut dan tidak mampu bereaksi ketika peristiwa itu terjadi. Rasa kaget dan takut membuatnya memilih menjauh dari lokasi.

“Seketika saya kaget dan tidak tahu mau berbuat apa-apa dan saya hanya memilih lari masuk kelas dan menghiraukan dia yang masih sempat-sempatnya mencari topik,” lanjut R.

Pasca kejadian tersebut, R menyebut tidak pernah lagi menyapa dosen yang bersangkutan karena mengalami trauma.

Ia juga mengaku sebelumnya telah mendengar kabar yang beredar di lingkungan kampus terkait dugaan perilaku tidak pantas dosen tersebut terhadap mahasiswi.

“Dan saat itu saya paham bahwa gosip terkait dosen (inisial I) yang (diduga) sering melecehkan itu benar adanya,” ungkapnya.

Pengakuan alumni ini menambah daftar testimoni yang mencuat ke publik seiring berjalannya proses penanganan laporan dugaan kekerasan seksual di lingkungan PNUP.

Hingga kini, pihak kampus melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) masih menjalankan tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA: 
Bukan Pacaran, Ini Brainwashing: Pakar Hukum Bongkar Pola Grooming Kasus Siswi SMP Makassar

Sebelumnya diberitakan, Ketua BEM KMPNUP, Hendra Saputra mengatakan sejumlah alumni Jurusan Akuntansi angkatan 2020–2021 juga disebut membenarkan adanya dugaan perilaku dosen I yang terjadi sebelum kasus ini mencuat.

“Teman-teman di Akuntansi, terlebih alumninya, mendukung gerakan ini dan meminta Himpunan Akuntansi untuk mendukung advokasi,” katanya saat ditemui, Kamis (30/4).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru