SulawesiPos.com – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Universitas Hasanuddin resmi berakhir pada Selasa (28/4/2026).
Seluruh rangkaian ujian berlangsung selama delapan hari dengan total 16 sesi yang tersebar di dua lokasi, yakni Kampus Tamalanrea dan Kampus Gowa.
Dari 18.971 peserta yang terdaftar, sebanyak 18.369 orang hadir mengikuti ujian. Tingkat kehadiran mencapai 96,83 persen, sementara 602 peserta lainnya tercatat absen.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK kali ini mengedepankan sistem pengawasan yang lebih ketat.
Selain penggunaan CCTV dan teknologi pemantauan berbasis sistem, pihak kampus juga memperkuat pengawasan langsung di lapangan melalui pengawas ruang, tim teknis, hingga admin IT.
Untuk mengantisipasi potensi pelanggaran, Unhas turut melibatkan aparat dari unit siber Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Meski sempat ditemukan sejumlah indikasi mencurigakan, seperti ketidaksesuaian identitas peserta, perilaku tidak wajar saat ujian, hingga pola pendaftaran yang dianggap anomali, hasil penelusuran lanjutan tidak menemukan bukti adanya kecurangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa seluruh proses UTBK dijalankan sesuai standar operasional yang ditetapkan panitia pusat.
“Hal ini kami lakukan untuk memastikan ujian berlangsung lancar tanpa hambatan, sekaligus mendorong kepercayaan publik terhadap proses seleksi yang adil,” ujar Prof. Ruslin dikutip Kamis (30/4/2026)
Di sisi lain, kelancaran kegiatan juga ditopang oleh kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus.
Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Utilitas Kampus (UPT PPUK) memastikan ketersediaan listrik dan air, Biro Umum menangani kebutuhan perlengkapan, sementara Bagian SDM, Hukum, dan Kelembagaan mengoordinasikan pengawasan.
Unit K3 juga disiagakan untuk mendukung aspek keamanan dan keselamatan selama ujian berlangsung.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, memberikan perhatian khusus terhadap isu integritas, mengingat pelaksanaan UTBK tahun lalu sempat menjadi sorotan nasional akibat kasus kecurangan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran dalam bentuk apa pun.
“Hasilnya, tahun ini tidak ada lagi yang berani mencoba melakukan kecurangan di Unhas,” pungkas Prof. JJ.

