SulawesiPos.com – Pagi hari di Sulawesi Selatan tidak lengkap tanpa aroma hangat bassang.
Bayangkan bangun pagi, duduk santai sambil menyeruput teh hangat, lalu menikmati makanan tradisional yang sederhana tapi penuh rasa.
Itulah pengalaman sarapan ala Sulsel.
Bassang, meskipun tampak sederhana, menyimpan sejarah dan tradisi yang kaya di balik setiap gigitannya.
Asal-usul Bassang
Bassang sudah ada sejak zaman dahulu sebagai sarapan sehari-hari masyarakat Bugis dan Makassar.
Dahulu, jagung pulut atau jagung ketan adalah bahan yang mudah didapat di pedesaan.
Masyarakat memanfaatkan bahan lokal ini untuk membuat makanan yang praktis, bernutrisi, dan bisa bertahan lama, terutama untuk memulai hari sebelum pergi bekerja atau bertani.
Selain menjadi makanan harian, bassang juga kerap hadir dalam acara adat dan tradisi lokal.
Makanan ini bukan sekadar pengisi perut, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Sulawesi Selatan yang terus dilestarikan hingga sekarang.

