Taman Kalong Soppeng, Wisata Unik Ribuan Kelelawar di Tengah Kota

SulawesiPos.com – Kelelawar atau kalong umumnya dikenal sebagai hewan nokturnal yang hidup di tempat gelap seperti gua atau hutan lebat.

Namun, pemandangan berbeda bisa ditemukan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Di Kota Watansoppeng, ribuan kelelawar justru hidup di tengah kota dan dapat disaksikan dengan jelas pada siang hari.

Fenomena ini menjadikan kawasan tersebut dikenal sebagai Taman Kalong, salah satu destinasi wisata unik yang menarik perhatian warga maupun wisatawan.

Di area ini, ratusan hingga ribuan kalong bergelantungan di pohon asam yang tumbuh di sekitar taman.

Meski sering didatangi pengunjung, kelelawar tersebut tetap bertahan dan tidak berpindah hingga menjelang magrib.

Suara khas dari ekolokasi mereka pun kerap terdengar, menciptakan suasana yang berbeda di pusat kota.

Lokasi Strategis dan Fasilitas

Taman Kalong berada di kawasan alun-alun Bolto, Kecamatan Lalabata, tepat di pusat Kota Watansoppeng.

Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di dekat Masjid Agung Darussalam dan sekitar 2 kilometer dari Kantor Bupati Soppeng.

BACA JUGA: 
6 Rekomendasi Glamping di Sulsel, Pilihan Wisata Nyaman Saat Musim Hujan

Akses menuju lokasi terbilang mudah dengan jalan beraspal dan lebar, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus antarkota.

Dari Makassar, perjalanan menuju Soppeng memakan waktu sekitar 4 jam dengan jarak kurang lebih 180 kilometer.

Menariknya, destinasi ini tidak memungut biaya masuk. Selain menjadi habitat kelelawar, taman ini juga dilengkapi fasilitas seperti area duduk dan air mancur warna-warni yang mempercantik suasana, terutama saat malam hari.

Daya Tarik dan Tips Berkunjung

Keberadaan Taman Kalong semakin dikenal sejak diresmikan pada Desember 2018 di era Bupati Soppeng, Kaswadi Razak.

Kini, kawasan ini menjadi ikon wisata sekaligus kebanggaan daerah, terutama karena keunikan populasi kelelawarnya.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, saat cuaca mulai sejuk dan aktivitas kelelawar semakin menarik untuk disaksikan menjelang waktu terbang.

Agar kunjungan lebih nyaman, pengunjung disarankan membawa uang secukupnya untuk membeli jajanan di sekitar lokasi, memanfaatkan spot foto yang tersedia, serta tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: 
Rammang-Rammang, Negeri Karst Raksasa di Maros yang Menyimpan Keajaiban Alam Sulsel

SulawesiPos.com – Kelelawar atau kalong umumnya dikenal sebagai hewan nokturnal yang hidup di tempat gelap seperti gua atau hutan lebat.

Namun, pemandangan berbeda bisa ditemukan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Di Kota Watansoppeng, ribuan kelelawar justru hidup di tengah kota dan dapat disaksikan dengan jelas pada siang hari.

Fenomena ini menjadikan kawasan tersebut dikenal sebagai Taman Kalong, salah satu destinasi wisata unik yang menarik perhatian warga maupun wisatawan.

Di area ini, ratusan hingga ribuan kalong bergelantungan di pohon asam yang tumbuh di sekitar taman.

Meski sering didatangi pengunjung, kelelawar tersebut tetap bertahan dan tidak berpindah hingga menjelang magrib.

Suara khas dari ekolokasi mereka pun kerap terdengar, menciptakan suasana yang berbeda di pusat kota.

Lokasi Strategis dan Fasilitas

Taman Kalong berada di kawasan alun-alun Bolto, Kecamatan Lalabata, tepat di pusat Kota Watansoppeng.

Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di dekat Masjid Agung Darussalam dan sekitar 2 kilometer dari Kantor Bupati Soppeng.

BACA JUGA: 
Ollon Toraja, Perbukitan Memukau dengan Lembah Tenang di Tana Toraja

Akses menuju lokasi terbilang mudah dengan jalan beraspal dan lebar, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus antarkota.

Dari Makassar, perjalanan menuju Soppeng memakan waktu sekitar 4 jam dengan jarak kurang lebih 180 kilometer.

Menariknya, destinasi ini tidak memungut biaya masuk. Selain menjadi habitat kelelawar, taman ini juga dilengkapi fasilitas seperti area duduk dan air mancur warna-warni yang mempercantik suasana, terutama saat malam hari.

Daya Tarik dan Tips Berkunjung

Keberadaan Taman Kalong semakin dikenal sejak diresmikan pada Desember 2018 di era Bupati Soppeng, Kaswadi Razak.

Kini, kawasan ini menjadi ikon wisata sekaligus kebanggaan daerah, terutama karena keunikan populasi kelelawarnya.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, saat cuaca mulai sejuk dan aktivitas kelelawar semakin menarik untuk disaksikan menjelang waktu terbang.

Agar kunjungan lebih nyaman, pengunjung disarankan membawa uang secukupnya untuk membeli jajanan di sekitar lokasi, memanfaatkan spot foto yang tersedia, serta tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: 
Wisata Leang Lonrong, Permandian di Pangkep dengan Panorama Alam yang Sejuk

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru