Dapat Sorotan Tajam, 41 Dapur MBG Putri Pimpinan DPRD Sulsel Tetap Beroperasi

SulawesiPos.com – Pengelolaan 41 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh gadis belia usia 20-an, Yasika Aulia Ramadhani, terus menjadi perbincangan publik.

Sorotan tajam mengarah pada Yasika yang merupakan putri dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah mengonfirmasi kepemilikan puluhan dapur tersebut di bawah naungan Yasika Group.

Sebaran operasionalnya mencakup beberapa wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yakni 16 dapur di Kota Makassar, 10 dapur di Kabupaten Bone, 3 dapur di Parepare, dan 2 dapur di Kabupaten Gowa, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian di beberapa titik lainnya.

Nama Yasika Aulia Ramadhani mendadak viral lantaran di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia sudah mengelola investasi berskala besar.

Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan satu unit dapur MBG membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Dengan total 41 dapur, nilai investasi Yasika Group ditaksir mencapai Rp61,5 miliar.

BACA JUGA: 
BGN Hentikan Ratusan Dapur MBG di Indonesia Timur

Jika setiap dapur melayani rata-rata 3.000 siswa dengan estimasi margin keuntungan Rp2.000 per porsi, potensi pendapatan harian dari seluruh dapur tersebut bisa menyentuh angka Rp246 juta per hari.

Saat dikonfirmasi oleh Sulawesi Pos pada Sabtu (28/3/2026), Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, enggan memberikan komentar terkait bisnis yang dijalankan putrinya tersebut.

Senada dengan itu, juru bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa yang dikonfirmasi, juga memilih irit bicara dan berdalih bahwa persoalan ini sudah diklarifikasi oleh pimpinan pusat BGN pada akhir November 2025 lalu.

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan operasional 41 dapur milik Yasika meski sempat menuai polemik.

Menurutnya, operasional harus tetap berjalan demi memastikan anak-anak penerima manfaat tidak terganggu.

Nanik menambahkan bahwa BGN akan tetap melakukan evaluasi kinerja terhadap dapur-dapur tersebut secara berkala.

Terkait identitas pemilik yang baru terungkap belakangan, Nanik menjelaskan bahwa proses pendaftaran SPPG dilakukan melalui berbagai yayasan, sehingga sulit memverifikasi latar belakang pemilik secara rinci di awal.

BACA JUGA: 
Jelang Ramadan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Minta Operasi Pasar Digalakkan Guna Jaga Stabilitas Harga

Ia menegaskan bahwa ke depan aturan akan ditegakkan lebih ketat, namun untuk saat ini dapur yang sudah berjalan baik akan tetap dipertahankan.

Di salah satu Dapur MBG milik Yasika di Jalan Hertasning Blok E 11, Makassar, tampak beberapa unit mobil operasional SPPG yang setiap hari sekolah dijadwalkan mengantar ribuan paket MBG ke sekolah-sekolah yang sudah ditentukan.

Salah satu sumber dari pengelola dapur Yasika, yang enggan disebut namanya, mengakui pelayanan penyiapan dan pengantaran paket MBG ke sekolah-sekolah tidak terganggu dengan viralnya jumlah kepemilikan 41 dapur MBG milik Yasika.(mna)

SulawesiPos.com – Pengelolaan 41 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh gadis belia usia 20-an, Yasika Aulia Ramadhani, terus menjadi perbincangan publik.

Sorotan tajam mengarah pada Yasika yang merupakan putri dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah mengonfirmasi kepemilikan puluhan dapur tersebut di bawah naungan Yasika Group.

Sebaran operasionalnya mencakup beberapa wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yakni 16 dapur di Kota Makassar, 10 dapur di Kabupaten Bone, 3 dapur di Parepare, dan 2 dapur di Kabupaten Gowa, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian di beberapa titik lainnya.

Nama Yasika Aulia Ramadhani mendadak viral lantaran di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia sudah mengelola investasi berskala besar.

Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan satu unit dapur MBG membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Dengan total 41 dapur, nilai investasi Yasika Group ditaksir mencapai Rp61,5 miliar.

BACA JUGA: 
Prabowo Klaim MBG Dibutuhkan Rakyat, Tidak Boros Anggaran

Jika setiap dapur melayani rata-rata 3.000 siswa dengan estimasi margin keuntungan Rp2.000 per porsi, potensi pendapatan harian dari seluruh dapur tersebut bisa menyentuh angka Rp246 juta per hari.

Saat dikonfirmasi oleh Sulawesi Pos pada Sabtu (28/3/2026), Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, enggan memberikan komentar terkait bisnis yang dijalankan putrinya tersebut.

Senada dengan itu, juru bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa yang dikonfirmasi, juga memilih irit bicara dan berdalih bahwa persoalan ini sudah diklarifikasi oleh pimpinan pusat BGN pada akhir November 2025 lalu.

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan operasional 41 dapur milik Yasika meski sempat menuai polemik.

Menurutnya, operasional harus tetap berjalan demi memastikan anak-anak penerima manfaat tidak terganggu.

Nanik menambahkan bahwa BGN akan tetap melakukan evaluasi kinerja terhadap dapur-dapur tersebut secara berkala.

Terkait identitas pemilik yang baru terungkap belakangan, Nanik menjelaskan bahwa proses pendaftaran SPPG dilakukan melalui berbagai yayasan, sehingga sulit memverifikasi latar belakang pemilik secara rinci di awal.

BACA JUGA: 
Bau Menyengat dari Dapur MBG, Petani Takalar Mengaku Tanaman Padinya Mati

Ia menegaskan bahwa ke depan aturan akan ditegakkan lebih ketat, namun untuk saat ini dapur yang sudah berjalan baik akan tetap dipertahankan.

Di salah satu Dapur MBG milik Yasika di Jalan Hertasning Blok E 11, Makassar, tampak beberapa unit mobil operasional SPPG yang setiap hari sekolah dijadwalkan mengantar ribuan paket MBG ke sekolah-sekolah yang sudah ditentukan.

Salah satu sumber dari pengelola dapur Yasika, yang enggan disebut namanya, mengakui pelayanan penyiapan dan pengantaran paket MBG ke sekolah-sekolah tidak terganggu dengan viralnya jumlah kepemilikan 41 dapur MBG milik Yasika.(mna)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru