SulawesiPos.com – Suasana latihan PSM Makassar pasca libur Lebaran terasa tak biasa.
Bertempat di Stadion Kalegowa, Sabtu (28/03/2026), sesi latihan yang umumnya berjalan serius berubah menjadi lebih hangat dan penuh keakraban.
Sejak awal sesi, para pemain tetap menjalani program fisik seperti biasa di bawah arahan tim pelatih.
Namun, atmosfer mulai berubah ketika sesi latihan mendekati akhir.
Para staf klub tampak menyiapkan santapan makan malam di pinggir lapangan, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang jarang terlihat dalam rutinitas latihan profesional.
Momen Kebersamaan Jadi Sorotan
Menu yang disiapkan pun beragam, mulai dari sate dan steak hingga kuliner khas seperti jalangkote dan taripang.
Kehadiran hidangan ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus perayaan sederhana usai momen Lebaran.
Para pemain, pelatih, dan staf tampak menikmati santapan tersebut bersama-sama.
Canda tawa dan obrolan santai mengisi suasana, menciptakan momen yang mempererat hubungan antar anggota tim.
Kehadiran Sadikin Aksa Tambah Semangat Tim
Kehangatan suasana semakin terasa dengan kehadiran Sadikin Aksa.
Pemilik klub tersebut datang langsung untuk bersilaturahmi dengan seluruh elemen tim.
Kedatangannya disambut hangat oleh para pemain dan staf.
Ia bahkan turut berbaur menikmati hidangan bersama tim, menciptakan suasana yang egaliter tanpa sekat antara manajemen dan pemain.
Suntikan Motivasi: “Ewako” Jadi Spirit Tim
Usai makan bersama, momen dimanfaatkan untuk memberikan arahan kepada tim.
Dalam suasana santai namun penuh makna, Sadikin menyampaikan pesan motivasi kepada para pemain.
Ia menekankan pentingnya semangat juang dan kekompakan tim dalam menghadapi kompetisi ke depan.
Kata “ewako”—yang menjadi identitas semangat khas PSM—kembali digaungkan sebagai simbol pantang menyerah.
Fokus Hadapi Kompetisi Lanjutan
Momen ini bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun mental tim usai jeda kompetisi.
Dengan suasana yang lebih cair, diharapkan para pemain bisa kembali fokus dan tampil maksimal di laga-laga berikutnya.
Pelatih dan manajemen juga melihat pendekatan ini sebagai cara efektif untuk menjaga chemistry tim, terutama setelah libur panjang yang berpotensi mengganggu ritme permainan.
Strategi Bangun Kekompakan Tim
Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh latihan teknis di lapangan, tetapi juga hubungan emosional antar anggota tim.
PSM Makassar tampak serius menjaga keseimbangan tersebut.
Dengan kombinasi latihan intensif dan pendekatan kekeluargaan, “Pasukan Ramang” diharapkan mampu tampil konsisten dan bersaing di papan atas.
Latihan spesial PSM Makassar pasca Lebaran bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum memperkuat solidaritas tim.
Kehadiran manajemen, santapan bersama, dan suntikan motivasi menjadi energi tambahan bagi skuad untuk menghadapi tantangan kompetisi ke depan dengan semangat “ewako”.

