SulawesiPos.com – Pemerintah Sulawesi Selatan menyiapkan langkah cepat untuk mengantisipasi kerusakan jalan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Indra Cahya Kusuma menyebut, tim khusus akan memantau kondisi jalan dan melakukan penanganan darurat apabila ada lubang akibat meningkatnya volume kendaraan.
“Nanti pasti setelah hari libur produksi untuk Asphalt Mixing Plant (AMP), aspal hot mix di AMP tu berhenti kan karena libur. Tapi apabila nanti ada lubang-lubang di antara periode mereka tutup, kita bisa tutup dengan aspal dingin seperti itu,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/3/2026).
Aspal dingin atau cold mix asphalt menjadi solusi perbaikan cepat yang bisa diaplikasikan langsung di suhu ruang tanpa pemanasan.
Material ini terdiri dari 35% agregat kasar, 65% halus, dan 8,3% kadar pengikat.
Meski lebih praktis dan fleksibel, kekuatannya tidak sekuat aspal hot mix, yang diproduksi pada suhu tinggi sekitar 150°C dan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat.
Tim BBPJN akan menutup lubang-lubang darurat dengan aspal dingin di jalur-jalur yang padat kendaraan, terutama poros utama yang dilintasi kendaraan berat dan logistik.
Penggunaan aspal dingin dipilih karena produksi aspal hot mix akan berhenti selama libur Lebaran. Meskipun tidak sekuat aspal hot mix, perbaikan ini dianggap paling memungkinkan untuk menjaga kelancaran arus mudik.
Masa Angkutan Lebaran 2026 di Sulsel
Periode mudik diprediksi cukup panjang, dimulai dari akhir pekan 14-15 Februari.
Aktivitas mudik diperkirakan meningkat seiring penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN pada 16-17 Februari, cuti bersama Nyepi pada 18 Februari, libur nasional Hari Raya Nyepi pada 19 Februari, cuti bersama Lebaran 20 Februari, libur nasional Lebaran 21-22 Februari, cuti bersama Lebaran 23-24 Februari, dan penerapan WFA kembali 25-27 Februari hingga akhir pekan 28-29 Februari.
“Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dan puncak arus balik diprediksi pada H+6,” kata Andy Sanjaya, Plt Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi saat libur nasional Hari Raya Nyepi pada 19 Februari. Estimasi pergerakan pemudik di Sulsel diperkirakan mencapai 9% kendaraan dan 3,87% penumpang dari realisasi tahun sebelumnya.
BPTD melakukan rampcheck terhadap bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Saat ini terdapat 143 unit bus AKAP dan 364 bus AKDP yang terus beroperasi selama masa mudik. Sebanyak 54 perusahaan otobus tercatat memiliki izin operasional, sehingga pelayanan transportasi di Sulsel tetap aman dan terkontrol.
Aspal Dingin vs Aspal Hot Mix
Aspal hot mix menggunakan aspal semen dengan penetrasi 60/70, dicampur agregat kasar hingga halus dan filler, diproduksi pada suhu tinggi 150°C.
Hot mix unggul dalam kepadatan dan ketahanan beban berat, ideal untuk jalan utama.
Sedangkan aspal dingin lebih praktis, bisa digunakan saat hujan atau suhu rendah tanpa pemanasan, cocok untuk perbaikan sementara, namun ketahanannya lebih rendah.
Dengan kombinasi strategi perbaikan darurat, pemantauan tim khusus, serta koordinasi transportasi publik, pemerintah memastikan arus mudik Lebaran 2026 di Sulsel berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

