Terungkap! Kronologi Remaja di Gowa Tertembak Peluru Gel Usai Tarawih, Mata Korban Luka Serius

SulawesiPos.com – Kasus penembakan menggunakan senjata mainan yang melukai seorang remaja di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bermula dari aksi tembak-tembakan secara acak di jalan pada malam hari.

Korban diketahui berinisial RA (15). Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (5/3/2026) sekitar pukul 21.30 WITA di wilayah Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa saat korban baru saja pulang dari salat tarawih dan berhenti di pinggir jalan bersama beberapa temannya.

Dalam konferensi pers Sabtu (7/3/2026) dini hari, Kapolres Gowa Aldy Sulaiman menjelaskan bahwa saat korban sedang berbincang di tepi jalan, dua orang pelaku melintas dengan sepeda motor.

Tanpa alasan jelas, kedua pelaku yang kemudian diketahui berinisial SA (19) dan MSM (18) tiba-tiba melakukan penembakan menggunakan senjata mainan yang berisi peluru berbahan gel.

“Korban sedang berdiri di pinggir jalan bersama temannya lalu datang dua orang berboncengan dan langsung menembak menggunakan senjata mainan dengan peluru gel,” jelas Aldy.

Baca Juga: 
Demam Senjata Mainan Gel Meluas di Makassar, Diserbu Pembeli hingga Polisi Turun Tangan

Awalnya, aksi tersebut sempat dianggap sebagai permainan biasa. Namun, situasi berubah ketika salah satu peluru yang ditembakkan mengenai korban secara langsung.

Peluru tersebut mengenai mata kanan RA, sehingga menyebabkan luka cukup serius pada bagian mata.

Ibu korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa RA ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pelaku Berhasil Diamankan

Setelah menerima laporan, aparat dari Polres Gowa melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan dua terduga pelaku.

“Alhamdulillah berhasil mengamankan dua terduga pelaku terkait kasus penganiayaan,” ujar Aldy.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan bahwa korban dan pelaku tidak memiliki hubungan maupun persoalan sebelumnya.

Aksi tersebut murni dilakukan secara acak kepada warga yang melintas di jalan.

“Korban dan pelaku tidak saling kenal dan tidak ada motif apapun. Pelaku melakukan penembakan secara acak kepada orang yang dilalui di jalan,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita dua senjata mainan, dua tempat peluru berbahan jelly, serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat bereaksi.

Baca Juga: 
Polres Gowa Tetapkan Tersangka Pembalakan Ilegal Hutan Lindung Erelembang Gowa

Imbauan Kapolres Gowa

Selain mengamankan para pelaku, kepolisian juga mengingatkan masyarakat bahwa senjata mainan tetap memiliki potensi bahaya jika digunakan secara sembarangan.

Terlebih jika diarahkan langsung ke tubuh seseorang, benda tersebut dapat menyebabkan luka serius.

Kapolres Gowa menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan barang yang berpotensi membahayakan orang lain, meskipun hanya tergolong mainan.

Ia juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika menggunakan permainan yang menyerupai senjata.

Menurutnya, keterlibatan keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali di tengah masyarakat.

“Kami butuh bantuan peran serta seluruh masyarakat khususnya para orang tua, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Kasus penembakan menggunakan senjata mainan yang melukai seorang remaja di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bermula dari aksi tembak-tembakan secara acak di jalan pada malam hari.

Korban diketahui berinisial RA (15). Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (5/3/2026) sekitar pukul 21.30 WITA di wilayah Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa saat korban baru saja pulang dari salat tarawih dan berhenti di pinggir jalan bersama beberapa temannya.

Dalam konferensi pers Sabtu (7/3/2026) dini hari, Kapolres Gowa Aldy Sulaiman menjelaskan bahwa saat korban sedang berbincang di tepi jalan, dua orang pelaku melintas dengan sepeda motor.

Tanpa alasan jelas, kedua pelaku yang kemudian diketahui berinisial SA (19) dan MSM (18) tiba-tiba melakukan penembakan menggunakan senjata mainan yang berisi peluru berbahan gel.

“Korban sedang berdiri di pinggir jalan bersama temannya lalu datang dua orang berboncengan dan langsung menembak menggunakan senjata mainan dengan peluru gel,” jelas Aldy.

Baca Juga: 
Polres Gowa Tetapkan Tersangka Pembalakan Ilegal Hutan Lindung Erelembang Gowa

Awalnya, aksi tersebut sempat dianggap sebagai permainan biasa. Namun, situasi berubah ketika salah satu peluru yang ditembakkan mengenai korban secara langsung.

Peluru tersebut mengenai mata kanan RA, sehingga menyebabkan luka cukup serius pada bagian mata.

Ibu korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa RA ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pelaku Berhasil Diamankan

Setelah menerima laporan, aparat dari Polres Gowa melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan dua terduga pelaku.

“Alhamdulillah berhasil mengamankan dua terduga pelaku terkait kasus penganiayaan,” ujar Aldy.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan bahwa korban dan pelaku tidak memiliki hubungan maupun persoalan sebelumnya.

Aksi tersebut murni dilakukan secara acak kepada warga yang melintas di jalan.

“Korban dan pelaku tidak saling kenal dan tidak ada motif apapun. Pelaku melakukan penembakan secara acak kepada orang yang dilalui di jalan,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita dua senjata mainan, dua tempat peluru berbahan jelly, serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat bereaksi.

Baca Juga: 
Fenomena Tembak-tembakan Senjata Mainan, Tren Viral yang Sudah Harus Diatur Tegas

Imbauan Kapolres Gowa

Selain mengamankan para pelaku, kepolisian juga mengingatkan masyarakat bahwa senjata mainan tetap memiliki potensi bahaya jika digunakan secara sembarangan.

Terlebih jika diarahkan langsung ke tubuh seseorang, benda tersebut dapat menyebabkan luka serius.

Kapolres Gowa menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan barang yang berpotensi membahayakan orang lain, meskipun hanya tergolong mainan.

Ia juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika menggunakan permainan yang menyerupai senjata.

Menurutnya, keterlibatan keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali di tengah masyarakat.

“Kami butuh bantuan peran serta seluruh masyarakat khususnya para orang tua, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru