SulawesiPos.com – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan menilai nilai falsafah masyarakat Bugis-Makassar, Siri’ Na Pacce, menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran bela negara.
Hal tersebut disampaikan Donny saat menjadi pembicara dalam Ramadhan Leadership Camp di di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kearifan lokal tersebut merepresentasikan kehormatan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang sejalan dengan semangat kebangsaan.
“Nilai-nilai lokal seperti Siri’ Na Pacce memiliki kekuatan besar untuk memperkuat kesadaran bela negara,” ujarnya di hadapan ratusan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan Hasil Indeks Bela Negara (IBN) 2025, Provinsi Sulawesi Selatan mencatat skor 3,632 pada skala 1–5, sehingga masuk kategori tinggi.
Pada komponen internal, Sulsel meraih skor 3,530 yang mencerminkan persepsi masyarakat, termasuk ASN, tokoh masyarakat, dan generasi muda terhadap nilai bela negara berada pada kategori tinggi.
Sementara pada komponen eksternal, Sulsel mencatat skor 3,871, lebih tinggi dibanding komponen internal.
Skor tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sosial, tata kelola pemerintahan, pembangunan manusia, serta ruang partisipasi publik dinilai sangat mendukung penguatan bela negara di wilayah tersebut.
Meski capaian tergolong tinggi, Donny menilai masih terdapat ruang perbaikan, khususnya pada generasi muda.
Ia mendorong internalisasi nilai-nilai kearifan lokal agar semakin memperkuat kesadaran kebangsaan.
Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) memegang peran strategis, bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan publik, tetapi juga sebagai perekat persatuan bangsa.
Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting agar profesionalisme dan netralitas ASN tetap terjaga di tengah dinamika politik.
“Modal kekuatan bangsa ini adalah persatuan. Dulu kita bisa mengusir penjajah karena bersatu. Jangan sampai sekarang kontestasi politik justru memecah belah kita,” tegasnya.
Donny menjelaskan bahwa bela negara merupakan tekad, sikap, dan tindakan warga negara untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa.
Sikap tersebut dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia berharap penguatan nilai lokal yang selaras dengan semangat kebangsaan dapat menjadi fondasi kokoh dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.

