SulawesiPos.com – Pasar tradisional Bajoe Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan semrawut.
Pantauan media, terlihat lods pedagang ikan maupun kios pedagang di dalam area pasar tak digunakan.
Seluruh pedagang memilih berjualan di luar pasar dengan mendirikan lods dan kios yang terbuat dari kayu.
Akibatnya, aset Pemda yang berada di dalam area gedung pasar tersebut terbengkalai. Bahkan, kotoran sapi terlihat di sekeliling lods pasar.
Prihatin atas kondisi Pasar Bajoe, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penataan.
Ia mengatakan, pasar Bajoe harus ditata ulang, lods dan kios pedagang dibenahi dan dipercantik.
Sekeliling area lods dipasang lampu penerangan dan jaringan listrik sehingga pedagang nyaman berjualan.
“Kita akan renovasi kecil-kecilan pasar ini. Lods dan kios dipercantik, dicat ulang, yah. Pastikan pedagang dan pembeli nyaman ketika berada di dalam area pasar ini,” kata bupati saat meninjau pasar Bajoe, Selasa (17/2/2026).
Arahan bupati langsung ditindaklanjuti PJ Sekda Bone, Andi Tenriawaru.
Bersama dinas terkait, PJ Sekda kembali meninjau pasar tersebut, Rabu (18/2/2026).
Andi Tenriawaru juga mengumpulkan jajaran pemerintah kecamatan, memimpin rapat pembahasan penataan dan rehabilitasi Pasar Rakyat Bajoe.
“Kita perlu mendapat masukan berbagai pihak, termasuk keinginan para pedagang. Alasan pedagang, kenapa enggan berjualan di dalam lods pasar,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bone tersebut.
Sementara itu, salah seorang pedagang ikan, Amir mengaku, pedagang enggan berjualan di dalam pasar karena faktor kenyamanan.
“Di dalam gedung pasar, panas Pak, kemudian pembeli juga enggan masuk ke dalam. Rata-rata mereka senangnya berbelanja di luar pasar,” ucapnya kepada wartawan SulawesiPos.com. (kar)

