Upacara Hari Kemerdekaan RI dipimpin oleh dr. Fadlyansyah Farid Husain, Pembina PPI Hiroshima, sebagai inspektur upacara. Naskah Proklamasi dibawakan oleh Putu Nara Wijaya,
SulawesiPos.com – Semangat kemerdekaan Indonesia terasa kuat di tengah musim panas Jepang ketika ribuan warga Indonesia, masyarakat Jepang, dan komunitas internasional berkumpul dalam Indonesia Day 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Hiroshima (PPI Hiroshima) di Saijo Central Park Tennis Court, Higashi-Hiroshima, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan, Indonesia Day 2026 menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang mempertemukan pelajar, diaspora, pekerja Indonesia, masyarakat Jepang, dan berbagai komunitas internasional. Ratusan warga Indonesia hadir sepanjang kegiatan, bersama pengunjung dari masyarakat Jepang dan komunitas internasional yang turut menikmati rangkaian acara.
Sejak pagi, suasana Saijo Central Park telah dipenuhi kesibukan para panitia dan relawan. Mereka mempersiapkan panggung, tenant, gerbang acara, perlengkapan upacara, hingga berulang kali melakukan latihan untuk memastikan pertunjukan berjalan dengan baik. Para relawan tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga pekerja dan diaspora Indonesia yang datang dari Etajima, Miyajima, Onomichi, Yamaguchi, Fukuyama, Okayama, serta berbagai wilayah di sekitar Hiroshima.
Kehadiran mereka mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan Indonesia Day tahun ini.
Indonesia Day tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar yang pernah dilaksanakan PPI Hiroshima. Untuk pertama kalinya, kegiatan diselenggarakan secara meriah di ruang terbuka dengan keterlibatan luas masyarakat Jepang dan komunitas internasional.
Penyelenggaraan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai institusi dan mitra, termasuk Pemerintah Kota Higashi-Hiroshima, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Hiroshima University, Hiroshima–Indonesia Association, dan PPI Jepang, serta dukungan sponsor utama dari Ibu Susi Pudjiastuti, KAPTI-AGRARIA serta Hibah dari Hiroshima Prefecture.
Sejumlah tokoh dan perwakilan institusi turut hadir dan memberikan sambutan, antara lain Mr. John Tjahjanto Boestami, Consul General of the Republic of Indonesia in Osaka; Prof. Amzul Rifin, Minister Counselor for Education and Culture, Embassy of the Republic of Indonesia in Tokyo; Hironori Takagaki, Mayor of Higashi-Hiroshima City; Minoru Terada, anggota parlemen Jepang dari Liberal Democratic Party; Prof. Shinji Kaneko, Executive Vice President for Global Initiatives, Hiroshima University; Yamada, Secretary General of the Hiroshima–Indonesia Association; Hayashi-san, perwakilan Hiroshima Prefecture; serta Muhammad Rizal Pabuarany, Ketua PPI Jepang.
Para tamu menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Indonesia Day dan semangat masyarakat Indonesia dalam memperingati kemerdekaan meskipun berada jauh dari Tanah Air. Perayaan ini juga membawa pesan bahwa keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang dapat mempertemukan masyarakat melalui kebudayaan, persahabatan, dan perdamaian.
Sepanjang hari, area Indonesia Day dipenuhi pengunjung yang menikmati beragam makanan dan kegiatan budaya. Para diaspora Indonesia membuka tenant makanan Nusantara, sementara Wakai Farm menghadirkan berbagai produk sayuran Indonesia yang dibudidayakan di Jepang.
Nuansa internasional semakin terasa dengan hadirnya tenant yang menawarkan makanan Afrika, Mesir, serta berbagai jajanan Jepang. Sebanyak 200an kupon makanan gratis dari berbagai tenant dibagikan kepada pengunjung. Antusiasme masyarakat begitu tinggi sehingga sejumlah tenant harus melakukan restock selama acara berlangsung.
Kemeriahan juga hadir melalui berbagai perlombaan tradisional khas perayaan kemerdekaan Indonesia. Masyarakat Indonesia, Jepang, dan pengunjung internasional bersama-sama mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng, balap karung, hingga tarik tambang.
Dalam suasana tersebut, batas kebangsaan seolah menghilang. Anak-anak, mahasiswa, pekerja, keluarga, dan masyarakat dari berbagai negara dapat tertawa dan bermain bersama dalam satu lapangan.
Indonesia Day juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Pengunjung menyaksikan pertunjukan Tari Topeng oleh Iqbal, diaspora Indonesia yang datang dari Nagoya; tarian Bali oleh Kadek Nareswari; pertunjukan angklung oleh pengurus PPI Hiroshima; serta Peresean, kesenian tradisional dari Lombok. Acara turut dimeriahkan oleh penampilan lagu Jepang dari pemenang kompetisi menyanyi PPI Idol, Naufal dan Nadhila yang diselenggarakan sebelumnya.
Salah satu momen paling khidmat dalam Indonesia Day 2026 berlangsung tepat pukul 16.00 ketika seluruh rangkaian kegiatan sejenak berhenti untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara dipimpin oleh dr. Fadlyansyah Farid Husain, Pembina PPI Hiroshima, sebagai inspektur upacara. Naskah Proklamasi dibawakan oleh Putu Nara Wijaya, sedangkan naskah Pancasila dibawakan oleh Yusuf. Riyan Efendi bertugas sebagai komandan upacara.
Sang Saka Merah Putih dikibarkan oleh Ahmad Rivaldi, Riyan, dan Candra, diaspora Indonesia di Jepang. Upacara dipandu oleh Adriani Mutmaninnah sebagai pembawa acara, dengan Madelina Ariani sebagai pembaca naskah Undang-Undang Dasar 1945 dan Afan sebagai pembaca doa. Seluruh rangkaian upacara dikoordinasikan oleh Niken Pratiwi.
Di tengah lapangan di Higashi-Hiroshima, ribuan kilometer dari Indonesia, para peserta berdiri dengan khidmat ketika Merah Putih dikibarkan.
Bagi banyak warga Indonesia yang hadir, kesempatan untuk kembali mengikuti upacara kemerdekaan, mengheningkan cipta, menyanyikan lagu kebangsaan, dan memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih di negeri orang menghadirkan rasa haru tersendiri. Jarak dari Tanah Air justru membuat makna kebangsaan terasa semakin dekat.
Solidaritas dari Hiroshima untuk Kumamoto
Semangat kebersamaan dalam Indonesia Day tidak berhenti pada perayaan budaya dan kemerdekaan. Masyarakat Indonesia juga menggalang dana sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kumamoto.
Aksi tersebut menjadi bagian penting dari pesan Indonesia Day bahwa kebersamaan lintas masyarakat tidak hanya diwujudkan ketika merayakan kebahagiaan, tetapi juga ketika masyarakat lain sedang menghadapi kesulitan.
Menjelang akhir acara, para pemenang berbagai perlombaan diumumkan dan menerima hadiah. Perayaan kemudian ditutup dengan seluruh peserta menari Maumere bersama. Masyarakat Indonesia, Jepang, dan berbagai komunitas internasional memenuhi area acara dan bergerak bersama mengikuti irama.
Indonesia Day pun berubah menjadi sebuah pesta rakyat yang melampaui batas kewarganegaraan.
Ketua PPI Hiroshima, Reza Abdullah, mengatakan bahwa Indonesia Day merupakan perwujudan semangat persatuan yang ingin dibawa PPI Hiroshima, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, tetapi juga untuk masyarakat Jepang dan komunitas internasional.
“Inilah wujud semangat Persatuan Pelajar Indonesia yang ingin kami bawa untuk masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang, yaitu semangat persatuan dalam keberagaman,” ujar Reza Abdullah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Indonesia Day 2026, Ben Girsang, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan yang mampu mempertemukan berbagai masyarakat dan kebudayaan dalam suasana yang terbuka dan saling menghargai.
Menurutnya, Indonesia Day menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia, Jepang, dan komunitas internasional lainnya untuk saling mengenal melalui budaya, makanan, permainan, dan interaksi langsung dalam semangat saling menghormati.
Indonesia Day 2026 akhirnya bukan hanya tentang membawa Indonesia ke Hiroshima. Perayaan ini menunjukkan bagaimana identitas dan kebudayaan Indonesia dapat menjadi jembatan untuk membangun persahabatan dengan masyarakat lain.
Di tengah keberagaman bahasa, kebangsaan, dan budaya, ribuan orang berkumpul dalam satu ruang, berbagi makanan, bermain, menyaksikan pertunjukan, menghormati Merah Putih, menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana, dan menari bersama.
Dari Hiroshima, semangat kemerdekaan Indonesia hadir dengan pesan yang sederhana namun kuat: persatuan dapat tumbuh di tengah keberagaman, dan kebudayaan dapat menjadi jembatan bagi persahabatan dan perdamaian. (dr. Fadlyansyah Farid Husain, Pembina PPI Hiroshima)