SulawesiPos.com — Di tengah rimbunnya pepohonan di Kabupaten Sinjai, terdapat sebuah tempat yang tidak hanya menawarkan pemandangan dari ketinggian, tetapi juga menyimpan jejak masa lampau yang masih bertahan hingga sekarang.
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng menjadi salah satu destinasi yang memadukan sejarah, alam, dan cerita yang terus hidup di tengah masyarakat.
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng berada di Jalan Veteran, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Dari Kota Makassar, lokasi ini berjarak sekitar 165 kilometer atau sekitar 4 jam perjalanan menggunakan mobil.
Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 Wita, dengan harga tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang.
Berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar 125 meter di atas permukaan laut, kawasan ini dipenuhi susunan batu-batu besar yang telah ada sejak masa megalitikum.
Sebagian batu tampak berdiri tegak menyerupai menhir, sementara beberapa lainnya tersusun mendatar seperti meja batu.
Susunan tersebut dipercaya masyarakat sebagai bagian dari peninggalan leluhur yang dahulu digunakan untuk berbagai aktivitas adat.
Bukan Sekadar Bebatuan Tua
Batu Pake Gojeng bukan hanya dikenal sebagai situs purbakala, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah di Sinjai.
Kawasan ini disebut sebagai bagian dari peninggalan kerajaan lokal kuno yang telah ada sebelum masuknya Islam ke wilayah Sinjai.
Di area ini juga terdapat kompleks pemakaman raja-raja Batu Pake Gojeng beserta keluarganya.
Hal tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya memiliki nilai wisata, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
Menariknya, suasana di kawasan ini tidak selalu dipenuhi wisatawan yang datang untuk belajar sejarah.
Di akhir pekan, kawasan ini sering menjadi ruang berkumpul masyarakat.
Ada yang datang untuk bersantai, berolahraga, berfoto, hingga sekadar menikmati suasana sore di bawah pepohonan rindang.
Cerita yang Tetap Hidup di Tengah Masyarakat
Selain sejarahnya, Batu Pake Gojeng juga dikenal melalui cerita-cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebagian warga meyakini kawasan tersebut menyimpan nilai sakral yang dijaga oleh kekuatan tak kasat mata.
Beberapa pengunjung mengaku pernah merasakan suasana yang berbeda ketika berada di antara susunan batu besar, seperti udara yang mendadak terasa lebih dingin atau suasana yang menjadi lebih sunyi.
Bagi masyarakat sekitar, cerita tersebut bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan bagian dari penghormatan terhadap peninggalan leluhur dan hubungan manusia dengan alam.
Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, kawasan ini tetap menjadi tempat yang menghadirkan suasana tenang.
Dari area bukit, pengunjung dapat menikmati panorama alam Sinjai dari ketinggian, terutama saat sore hari ketika cahaya matahari mulai berubah warna.
Di Batu Pake Gojeng, pengunjung tidak hanya menemukan hamparan batu berusia ribuan tahun, tetapi juga ruang untuk melihat bagaimana sejarah, budaya, dan cerita masyarakat masih berjalan berdampingan hingga hari ini. (ainun khairunnisa)

