Rumah Kecil Antang, Oase Nuansa Desa di Tengah Padatnya Kota Makassar

SulawesiPos.com – Di antara deretan bangunan yang terus tumbuh di Kota Makassar, terselip sebuah ruang kecil yang menawarkan ketenangan khas pedesaan.

Tempat itu bernama Rumah Kecil Antang, sebuah kafe mini yang menghadirkan suasana alam di tengah hiruk-pikuk kota.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi di Jalan Antang Raya Pannara Lorong 100, kawasan ini memberi pengalaman berbeda sejak langkah pertama.

Pengunjung seakan diajak meninggalkan suasana kota dan memasuki ruang sederhana yang tenang, hijau, dan bersahaja.

Suasana: Hening, Hijau, dan Menenangkan

Rumah Kecil di Antang, Makassar.
Rumah Kecil di Antang, Makassar. Foto: Instagram rumahkecil_mks_antang.

Rumah Kecil Antang menghadirkan lanskap persawahan sebagai latar utama. Hamparan sawah yang sedang dibajak, unggas yang berkeliaran, serta burung-burung yang beterbangan menciptakan atmosfer pedesaan yang autentik.

Suara air mengalir dari saluran kecil menyerupai sungai menambah kesan alami dan menyejukkan.

BACA JUGA: 
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Daya Tarik, Lokasi, dan Sejarah Lengkap

Tak ada bising kendaraan, polusi udara, atau hiruk-pikuk industri. Udara terasa segar, suasana sunyi, dan ritme waktu seolah berjalan lebih lambat.

Bangunan kafe pun dirancang sederhana, didominasi material bambu dan papan kayu, selaras dengan konsep alam yang diusung.

Daya Tarik: Desa Mini di Jantung Kota

Daya tarik utama Rumah Kecil Antang terletak pada kemampuannya menghadirkan nuansa desa di tengah kota.

Lokasinya hanya sekitar delapan kilometer dari pusat kota Makassar, tepatnya dari Lapangan Karebosi, namun suasananya kontras total dengan lingkungan urban.

Akses menuju lokasi pun unik. Pengunjung hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 20 meter melewati lorong sempit.

Justru proses ini menjadi bagian dari pengalaman, seolah memasuki dunia lain yang tersembunyi.

Di area masuk, kolam ikan berukuran sekitar 4 x 2 meter langsung menyambut pandangan. Di sekelilingnya terdapat jalur utama yang mengarah ke area duduk terbuka, tempat pengunjung menikmati panorama sawah secara langsung.

Fasilitas: Sederhana tapi Lengkap

Rumah kecil Antang.
Rumah kecil Antang. Foto: Instagram rumahkecil_mks_antang.

Meski mengusung konsep sederhana, fasilitas di Rumah Kecil Antang cukup lengkap.

Tersedia musholla bagi pengunjung, area duduk terbuka yang menyatu dengan alam, serta terapi ikan gratis yang menjadi favorit banyak pengunjung.

Terdapat dua bangunan kecil berukuran sekitar 2 x 3 meter yang difungsikan sebagai dapur dan ruang pendukung.

Seluruh tata ruang dirancang untuk menjaga kedekatan pengunjung dengan unsur alam di sekitarnya.

Harga dan Menu: Ramah di Kantong

Rumah Kecil Antang juga dikenal dengan harga menu yang terjangkau. Pilihan menu cukup beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, disajikan dengan konsep sederhana khas pedesaan.

Penyajian yang apa adanya justru menjadi nilai tambah, selaras dengan suasana yang ditawarkan.

Adapun bagi yang ingin berkunjung, perlu memperhatikan jadwal operasional. Rumah Kecil Antang hanya dibuka untuk umum setiap Rabu hingga Minggu, mulai pukul 13.00 hingga 22.00 Wita.

SulawesiPos.com – Di antara deretan bangunan yang terus tumbuh di Kota Makassar, terselip sebuah ruang kecil yang menawarkan ketenangan khas pedesaan.

Tempat itu bernama Rumah Kecil Antang, sebuah kafe mini yang menghadirkan suasana alam di tengah hiruk-pikuk kota.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi di Jalan Antang Raya Pannara Lorong 100, kawasan ini memberi pengalaman berbeda sejak langkah pertama.

Pengunjung seakan diajak meninggalkan suasana kota dan memasuki ruang sederhana yang tenang, hijau, dan bersahaja.

Suasana: Hening, Hijau, dan Menenangkan

Rumah Kecil di Antang, Makassar.
Rumah Kecil di Antang, Makassar. Foto: Instagram rumahkecil_mks_antang.

Rumah Kecil Antang menghadirkan lanskap persawahan sebagai latar utama. Hamparan sawah yang sedang dibajak, unggas yang berkeliaran, serta burung-burung yang beterbangan menciptakan atmosfer pedesaan yang autentik.

Suara air mengalir dari saluran kecil menyerupai sungai menambah kesan alami dan menyejukkan.

BACA JUGA: 
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Daya Tarik, Lokasi, dan Sejarah Lengkap

Tak ada bising kendaraan, polusi udara, atau hiruk-pikuk industri. Udara terasa segar, suasana sunyi, dan ritme waktu seolah berjalan lebih lambat.

Bangunan kafe pun dirancang sederhana, didominasi material bambu dan papan kayu, selaras dengan konsep alam yang diusung.

Daya Tarik: Desa Mini di Jantung Kota

Daya tarik utama Rumah Kecil Antang terletak pada kemampuannya menghadirkan nuansa desa di tengah kota.

Lokasinya hanya sekitar delapan kilometer dari pusat kota Makassar, tepatnya dari Lapangan Karebosi, namun suasananya kontras total dengan lingkungan urban.

Akses menuju lokasi pun unik. Pengunjung hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 20 meter melewati lorong sempit.

Justru proses ini menjadi bagian dari pengalaman, seolah memasuki dunia lain yang tersembunyi.

Di area masuk, kolam ikan berukuran sekitar 4 x 2 meter langsung menyambut pandangan. Di sekelilingnya terdapat jalur utama yang mengarah ke area duduk terbuka, tempat pengunjung menikmati panorama sawah secara langsung.

Fasilitas: Sederhana tapi Lengkap

Rumah kecil Antang.
Rumah kecil Antang. Foto: Instagram rumahkecil_mks_antang.

Meski mengusung konsep sederhana, fasilitas di Rumah Kecil Antang cukup lengkap.

Tersedia musholla bagi pengunjung, area duduk terbuka yang menyatu dengan alam, serta terapi ikan gratis yang menjadi favorit banyak pengunjung.

Terdapat dua bangunan kecil berukuran sekitar 2 x 3 meter yang difungsikan sebagai dapur dan ruang pendukung.

Seluruh tata ruang dirancang untuk menjaga kedekatan pengunjung dengan unsur alam di sekitarnya.

Harga dan Menu: Ramah di Kantong

Rumah Kecil Antang juga dikenal dengan harga menu yang terjangkau. Pilihan menu cukup beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, disajikan dengan konsep sederhana khas pedesaan.

Penyajian yang apa adanya justru menjadi nilai tambah, selaras dengan suasana yang ditawarkan.

Adapun bagi yang ingin berkunjung, perlu memperhatikan jadwal operasional. Rumah Kecil Antang hanya dibuka untuk umum setiap Rabu hingga Minggu, mulai pukul 13.00 hingga 22.00 Wita.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru