Pesona Masjid Muhammad Cheng Hoo, Hadirkan Perpaduan Arsitektur China dan Bugis

SulawesiPos.com – Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar menjadi salah satu destinasi wisata religi unik di Kota Daeng.

Pasalnya, masjid ini menghadirkan perpaduan arsitektur Timur Tengah, China, dan budaya Bugis Makassar dalam satu kawasan ibadah yang khas.

Masjid ini berlokasi di kawasan strategis Jalan Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, sehingga mudah dijangkau sekaligus menawarkan suasana tenang di tengah perkembangan kawasan pesisir Makassar.

Keberadaan masjid ini juga memperkaya pilihan wisata religi di Sulawesi Selatan, mengingat selain di Makassar, masjid serupa juga dapat dijumpai di wilayah Gowa.

Sejarah dan Fungsi Wisata Religi

Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar berdiri sejak 2012 dan berkembang sebagai ruang ibadah yang sekaligus difungsikan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Penamaan masjid ini merujuk pada sosok Laksamana Cheng Hoo, pelaut legendaris dari Tiongkok yang dikenal memiliki jejak dakwah dan hubungan sejarah dengan kawasan Nusantara.

Sebagai destinasi wisata religi, masjid ini kerap dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin mengenal akulturasi budaya Islam dan Tionghoa di Makassar.

BACA JUGA: 
5 Masjid Populer di Makassar untuk Salat Tarawih, Ramai Jamaah Saat Ramadan

Keunikan Arsitektur dan Filosofi Bangunan

Dari sisi desain, bangunan masjid memadukan struktur masjid pada umumnya dengan ornamen khas China dan simbol-simbol Islam yang sarat makna filosofis.

Atap masjid berbentuk pagoda menjadi ciri paling menonjol yang melambangkan tingkat pencerahan dan keimanan manusia yang dicapai secara bertahap.

Kubah pagoda utama dilengkapi simbol Pat Kwa dengan delapan sisi yang dipercaya sebagai lambang keberuntungan, keseimbangan unsur alam, dan kejayaan dalam budaya Tionghoa.

Empat kubah kecil yang mengelilingi atap utama merepresentasikan falsafah Bugis Sulapa Appa’ yang memaknai unsur api, air, angin, dan tanah sebagai karakter dasar manusia.

Menara masjid yang menjulang dengan atap bertingkat tiga menegaskan identitas arsitektur China melalui dominasi warna merah, kuning, dan putih yang menyimbolkan kebahagiaan, kekuatan, dan kesucian.

Sentuhan akhir terlihat pada bubungan atap dan papan nama berkaligrafi Cina yang semakin memperkuat kesan harmonis antara nilai Islam, budaya Tionghoa, dan kearifan lokal Bugis Makassar.

BACA JUGA: 
5 Masjid Populer di Makassar untuk Salat Tarawih, Ramai Jamaah Saat Ramadan

SulawesiPos.com – Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar menjadi salah satu destinasi wisata religi unik di Kota Daeng.

Pasalnya, masjid ini menghadirkan perpaduan arsitektur Timur Tengah, China, dan budaya Bugis Makassar dalam satu kawasan ibadah yang khas.

Masjid ini berlokasi di kawasan strategis Jalan Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, sehingga mudah dijangkau sekaligus menawarkan suasana tenang di tengah perkembangan kawasan pesisir Makassar.

Keberadaan masjid ini juga memperkaya pilihan wisata religi di Sulawesi Selatan, mengingat selain di Makassar, masjid serupa juga dapat dijumpai di wilayah Gowa.

Sejarah dan Fungsi Wisata Religi

Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar berdiri sejak 2012 dan berkembang sebagai ruang ibadah yang sekaligus difungsikan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Penamaan masjid ini merujuk pada sosok Laksamana Cheng Hoo, pelaut legendaris dari Tiongkok yang dikenal memiliki jejak dakwah dan hubungan sejarah dengan kawasan Nusantara.

Sebagai destinasi wisata religi, masjid ini kerap dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin mengenal akulturasi budaya Islam dan Tionghoa di Makassar.

BACA JUGA: 
5 Masjid Populer di Makassar untuk Salat Tarawih, Ramai Jamaah Saat Ramadan

Keunikan Arsitektur dan Filosofi Bangunan

Dari sisi desain, bangunan masjid memadukan struktur masjid pada umumnya dengan ornamen khas China dan simbol-simbol Islam yang sarat makna filosofis.

Atap masjid berbentuk pagoda menjadi ciri paling menonjol yang melambangkan tingkat pencerahan dan keimanan manusia yang dicapai secara bertahap.

Kubah pagoda utama dilengkapi simbol Pat Kwa dengan delapan sisi yang dipercaya sebagai lambang keberuntungan, keseimbangan unsur alam, dan kejayaan dalam budaya Tionghoa.

Empat kubah kecil yang mengelilingi atap utama merepresentasikan falsafah Bugis Sulapa Appa’ yang memaknai unsur api, air, angin, dan tanah sebagai karakter dasar manusia.

Menara masjid yang menjulang dengan atap bertingkat tiga menegaskan identitas arsitektur China melalui dominasi warna merah, kuning, dan putih yang menyimbolkan kebahagiaan, kekuatan, dan kesucian.

Sentuhan akhir terlihat pada bubungan atap dan papan nama berkaligrafi Cina yang semakin memperkuat kesan harmonis antara nilai Islam, budaya Tionghoa, dan kearifan lokal Bugis Makassar.

BACA JUGA: 
5 Masjid Populer di Makassar untuk Salat Tarawih, Ramai Jamaah Saat Ramadan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru