Main Bareng Baby Shark di Kampung Hiu Tinabo, Wisata Bahari Selayar yang Raih API Award 2025

Pulau Tinabo Bakka’, Surga Kecil di Taman Nasional Takabonerate

SulawesiPos.com – Tinabo Bakka’ atau Tinabo Besar merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang berada di gugusan Kepulauan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Pulau seluas 17,20 hektare ini berada di perairan Laut Flores dan dikenal sebagai salah satu pusat wisata bahari di kawasan Taman Nasional Takabonerate.

Tinabo Bakka’ merupakan salah satu pulau dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001 pada 15 Maret 2001.

Pulau ini tidak berpenduduk tetap. Aktivitas di dalamnya dikelola oleh petugas Balai Taman Nasional Takabonerate yang memiliki kantor resor di kawasan tersebut.

Sebagai destinasi wisata, telah dibangun sejumlah penginapan sederhana di sekitar pesisir pulau untuk menunjang kebutuhan wisatawan.

Sejarah sebagai Pusat Perdagangan

Sebelum menjadi destinasi wisata, Tinabo Bakka’ pernah menjadi pusat perdagangan di wilayah Takabonerate. Pada masa itu, pulau ini dihuni oleh masyarakat suku Bajo dan Bugis.

BACA JUGA: 
Pesona Sunset di Pantai Akkarena, Destinasi Favorit Liburan Warga Makassar

Pedagang dari Pulau Selayar, Kabupaten Bulukumba, hingga Sinjai datang membawa kebutuhan pokok untuk ditukar dengan hasil laut warga.

Namun, pada periode 1960-1970-an, penduduk mulai berpindah ke pulau lain karena kepadatan. Sejak saat itu, Tinabo Bakka’ tidak lagi dihuni secara permanen.

Kini, bekas permukiman lama di bagian selatan pulau hampir tak terlihat. Area tersebut telah ditumbuhi pohon kelapa dan semak belukar. Hanya tersisa satu sumur dan pondasi beton sebagai jejak sejarah.

Pantai Putih dan Kampung Hiu

Tinabo Bakka’ menawarkan kombinasi pantai pasir putih, air laut jernih, serta panorama bawah laut yang memikat. Di perairannya juga ditemukan jenis karang masif (Porites sp) yang masih jarang diteliti.

Salah satu atraksi paling populer adalah “Kampung Hiu Tinabo”. Setiap pagi atau pada waktu tertentu, kawanan anak hiu spesies blacktip berenang di perairan dangkal dekat bibir pantai.

Wisatawan dapat menyaksikan dari dekat hiu-hiu mungil tersebut. Dengan pengawasan petugas dan tetap memperhatikan prinsip konservasi, pengunjung bisa berinteraksi secara aman tanpa mengganggu habitat alami mereka.

BACA JUGA: 
Mengenal Pulau Lae-Lae, Ada Terowongan Bawah Tanah Peninggalan Jepang yang Tembus Sampai Makassar!

Wisata Berbasis Konservasi

Konsep wisata di Tinabo Bakka’ tidak sekadar rekreasi, tetapi juga edukasi dan konservasi. Pengunjung dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti:

  • Transplantasi terumbu karang
  • Pelepasan tukik penyu
  • Penanaman pohon

Pendekatan ekowisata ini membuat Tinabo memiliki nilai tambah dibanding destinasi bahari lainnya.

Raih Juara API Award 2025

Keunikan Kampung Hiu Tinabo mendapat pengakuan nasional. Destinasi ini meraih Juara Terbaik kategori Ekowisata dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia Award 2025.

Penghargaan tersebut diumumkan pada malam puncak yang digelar di Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan perolehan suara mencapai 71,42 persen, mengungguli sepuluh nominasi destinasi unggulan lainnya.

Prestasi ini memperkuat posisi Tinabo sebagai ikon ekowisata bahari Sulawesi Selatan.

Waktu Terbaik Berkunjung

Musim terbaik untuk mengunjungi kawasan Takabonerate adalah:

  • April – Juni
  • Oktober – Desember

Di luar periode tersebut, cuaca di wilayah Kepulauan Selayar cenderung kurang bersahabat.

Angin kencang dan gelombang tinggi dapat memengaruhi jadwal pelayaran dari Benteng (ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar) menuju pulau-pulau di sekitarnya.

BACA JUGA: 
Mengenal Pelabuhan Poetere, Sejarah Maritim Makassar yang Tetap Hidup hingga Kini

Pulau Tinabo Bakka’, Surga Kecil di Taman Nasional Takabonerate

SulawesiPos.com – Tinabo Bakka’ atau Tinabo Besar merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang berada di gugusan Kepulauan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Pulau seluas 17,20 hektare ini berada di perairan Laut Flores dan dikenal sebagai salah satu pusat wisata bahari di kawasan Taman Nasional Takabonerate.

Tinabo Bakka’ merupakan salah satu pulau dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001 pada 15 Maret 2001.

Pulau ini tidak berpenduduk tetap. Aktivitas di dalamnya dikelola oleh petugas Balai Taman Nasional Takabonerate yang memiliki kantor resor di kawasan tersebut.

Sebagai destinasi wisata, telah dibangun sejumlah penginapan sederhana di sekitar pesisir pulau untuk menunjang kebutuhan wisatawan.

Sejarah sebagai Pusat Perdagangan

Sebelum menjadi destinasi wisata, Tinabo Bakka’ pernah menjadi pusat perdagangan di wilayah Takabonerate. Pada masa itu, pulau ini dihuni oleh masyarakat suku Bajo dan Bugis.

BACA JUGA: 
Mengenal Pelabuhan Poetere, Sejarah Maritim Makassar yang Tetap Hidup hingga Kini

Pedagang dari Pulau Selayar, Kabupaten Bulukumba, hingga Sinjai datang membawa kebutuhan pokok untuk ditukar dengan hasil laut warga.

Namun, pada periode 1960-1970-an, penduduk mulai berpindah ke pulau lain karena kepadatan. Sejak saat itu, Tinabo Bakka’ tidak lagi dihuni secara permanen.

Kini, bekas permukiman lama di bagian selatan pulau hampir tak terlihat. Area tersebut telah ditumbuhi pohon kelapa dan semak belukar. Hanya tersisa satu sumur dan pondasi beton sebagai jejak sejarah.

Pantai Putih dan Kampung Hiu

Tinabo Bakka’ menawarkan kombinasi pantai pasir putih, air laut jernih, serta panorama bawah laut yang memikat. Di perairannya juga ditemukan jenis karang masif (Porites sp) yang masih jarang diteliti.

Salah satu atraksi paling populer adalah “Kampung Hiu Tinabo”. Setiap pagi atau pada waktu tertentu, kawanan anak hiu spesies blacktip berenang di perairan dangkal dekat bibir pantai.

Wisatawan dapat menyaksikan dari dekat hiu-hiu mungil tersebut. Dengan pengawasan petugas dan tetap memperhatikan prinsip konservasi, pengunjung bisa berinteraksi secara aman tanpa mengganggu habitat alami mereka.

BACA JUGA: 
Pulau Liukang Loe Bulukumba, Destinasi Tenang Favorit Pecinta Wisata Bahari

Wisata Berbasis Konservasi

Konsep wisata di Tinabo Bakka’ tidak sekadar rekreasi, tetapi juga edukasi dan konservasi. Pengunjung dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti:

  • Transplantasi terumbu karang
  • Pelepasan tukik penyu
  • Penanaman pohon

Pendekatan ekowisata ini membuat Tinabo memiliki nilai tambah dibanding destinasi bahari lainnya.

Raih Juara API Award 2025

Keunikan Kampung Hiu Tinabo mendapat pengakuan nasional. Destinasi ini meraih Juara Terbaik kategori Ekowisata dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia Award 2025.

Penghargaan tersebut diumumkan pada malam puncak yang digelar di Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan perolehan suara mencapai 71,42 persen, mengungguli sepuluh nominasi destinasi unggulan lainnya.

Prestasi ini memperkuat posisi Tinabo sebagai ikon ekowisata bahari Sulawesi Selatan.

Waktu Terbaik Berkunjung

Musim terbaik untuk mengunjungi kawasan Takabonerate adalah:

  • April – Juni
  • Oktober – Desember

Di luar periode tersebut, cuaca di wilayah Kepulauan Selayar cenderung kurang bersahabat.

Angin kencang dan gelombang tinggi dapat memengaruhi jadwal pelayaran dari Benteng (ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar) menuju pulau-pulau di sekitarnya.

BACA JUGA: 
Pesona Sunset di Pantai Akkarena, Destinasi Favorit Liburan Warga Makassar

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru