5 Masjid Populer di Makassar untuk Salat Tarawih, Ramai Jamaah Saat Ramadan

SulawesiPos.com – Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Makassar, terutama saat malam hari ketika masjid-masjid dipenuhi jamaah yang menunaikan salat tarawih.

Selain menjadi tempat ibadah, sejumlah masjid di Makassar juga menawarkan nilai sejarah, arsitektur, dan suasana yang membuat ibadah terasa lebih khusyuk.

Tak heran jika beberapa masjid berikut selalu menjadi tujuan utama masyarakat maupun pendatang untuk menjalani tarawih selama Ramadan.

1. Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar memiliki nilai sejarah yang kuat karena pernah menjadi bagian dari perjalanan perjuangan rakyat dalam menghadapi penjajahan, bahkan disebut-sebut sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara pada masanya.

Seiring waktu, kondisi bangunan yang mulai melemah membuat masjid ini direnovasi besar-besaran pada 2009 hingga tampil lebih megah, modern, dan kokoh.

Wajah baru Masjid Raya Makassar mengusung gaya arsitektur mediterania dengan perpaduan warna krem, hijau, dan hitam yang terlihat elegan.

Konsep bangunan terbuka sengaja diterapkan agar sirkulasi udara lebih sejuk serta tidak membatasi pandangan ke area sekitar.

Begitu memasuki area dalam, kemegahan masjid langsung terasa melalui hiasan kaligrafi yang memenuhi dinding dan langit-langit, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

BACA JUGA: 
Pesona Masjid Muhammad Cheng Hoo, Hadirkan Perpaduan Arsitektur China dan Bugis

Alamat: Jl. Masjid Raya, Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

2. Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid Al-Markaz Al-Islami dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan termegah di kawasan timur Indonesia sekaligus pusat pengembangan dan kajian Islam.

Keberadaannya mencerminkan identitas religius masyarakat Sulawesi Selatan, dengan pengelolaan yang hingga kini berada di bawah Yayasan Islamic Center.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Ir. Ahmad Nu’man dengan inspirasi dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lalu dipadukan dengan unsur arsitektur lokal Sulsel.

Salah satu ciri khasnya terlihat pada bentuk atap menyerupai kuncup segi empat yang terinspirasi dari Masjid Katangka di Gowa serta rumah tradisional Bugis.

Bagian eksterior didominasi warna abu-abu dan hijau, dengan atap berbahan tembaga asal Italia serta dinding berlapis keramik dan granit.

Area dalam masjid sangat luas dan mampu menampung sekitar 10.000 jamaah, menjadikannya pusat ibadah, aktivitas keagamaan, dan pendidikan Islam di Makassar.

Alamat: Jl. Masjid Raya No.57, Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

3. Masjid 99 Kubah

Masjid 99 Kubah menjadi ikon baru Makassar berkat desainnya yang unik dan langsung mencuri perhatian siapa pun yang melihatnya.

BACA JUGA: 
Masjid Al Markaz Siap Sambut Ramadan, Sediakan 1200 Takjil hingga 400 Tenan Bazar

Masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil dan sesuai namanya memiliki 99 kubah yang terinspirasi dari Asmaul Husna.

Deretan kubah berwarna cerah seperti merah, jingga, dan kuning membuat tampilannya semakin mencolok, ditambah bentuk bangunan bersisi sembilan yang tidak biasa.

Area salat dibagi ke dalam ruang utama, mezzanine, dan pelataran, dengan daya tampung mencapai sekitar 13.000 hingga 14.000 jamaah.

Alamat: Jl. H. Bau No.36, Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

4. Masjid Amirul Mukminin

Berada tak jauh dari Masjid 99 Kubah, Masjid Amirul Mukminin dikenal luas sebagai masjid terapung karena lokasinya yang berdiri di atas laut.

Masjid ini terletak di kawasan wisata Pantai Losari dan ditopang oleh sekitar 164 tiang pancang beton yang membuat bangunannya tetap kokoh.

Kubah biru cerah dengan ornamen mozaik serta dua menara setinggi sekitar sembilan meter menjadi ciri visual yang mudah dikenali.

Dibangun pada 2009 dan diresmikan pada 2012, masjid ini selalu ramai pengunjung hingga kini.

Desainnya mengadopsi konsep rumah panggung khas Bugis dengan dominasi warna abu-abu dan putih.

BACA JUGA: 
Pesona Masjid Muhammad Cheng Hoo, Hadirkan Perpaduan Arsitektur China dan Bugis

Suasana di dalam masjid terasa tenang dan sejuk dengan iringan suara ombak, sementara bangunan tiga lantai ini mampu menampung sekitar 500 jamaah.

Alamat: Jl. Penghibur No.289, Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

5. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo di Makassar dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia pada 2012 dan menjadi simbol akulturasi budaya.

Nama masjid diambil untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo, penjelajah Muslim asal Tiongkok pada abad ke-15.

Arsitekturnya memadukan unsur Tionghoa, Timur Tengah, dan budaya Bugis Makassar sehingga tampil berbeda dari masjid pada umumnya.

Bangunan masjid menyerupai kelenteng dengan dominasi warna merah, kuning, dan putih, serta kubah bertingkat menyerupai pagoda.

Bentuk kubah tersebut melambangkan tahapan pencerahan manusia yang dalam Islam dimaknai sebagai tingkat keimanan.

Bagian dalam masjid dihiasi ornamen bintang segi delapan pada pegangan tangga serta 12 ornamen bintang yang memperindah interior.

Di Makassar dan sekitarnya, terdapat dua Masjid Muhammad Cheng Hoo, satu berada di Kota Makassar dan satu lainnya di Kabupaten Gowa.

Alamat: Jl. Danau Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Makassar, terutama saat malam hari ketika masjid-masjid dipenuhi jamaah yang menunaikan salat tarawih.

Selain menjadi tempat ibadah, sejumlah masjid di Makassar juga menawarkan nilai sejarah, arsitektur, dan suasana yang membuat ibadah terasa lebih khusyuk.

Tak heran jika beberapa masjid berikut selalu menjadi tujuan utama masyarakat maupun pendatang untuk menjalani tarawih selama Ramadan.

1. Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar memiliki nilai sejarah yang kuat karena pernah menjadi bagian dari perjalanan perjuangan rakyat dalam menghadapi penjajahan, bahkan disebut-sebut sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara pada masanya.

Seiring waktu, kondisi bangunan yang mulai melemah membuat masjid ini direnovasi besar-besaran pada 2009 hingga tampil lebih megah, modern, dan kokoh.

Wajah baru Masjid Raya Makassar mengusung gaya arsitektur mediterania dengan perpaduan warna krem, hijau, dan hitam yang terlihat elegan.

Konsep bangunan terbuka sengaja diterapkan agar sirkulasi udara lebih sejuk serta tidak membatasi pandangan ke area sekitar.

Begitu memasuki area dalam, kemegahan masjid langsung terasa melalui hiasan kaligrafi yang memenuhi dinding dan langit-langit, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

BACA JUGA: 
Pesona Masjid Muhammad Cheng Hoo, Hadirkan Perpaduan Arsitektur China dan Bugis

Alamat: Jl. Masjid Raya, Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

2. Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid Al-Markaz Al-Islami dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan termegah di kawasan timur Indonesia sekaligus pusat pengembangan dan kajian Islam.

Keberadaannya mencerminkan identitas religius masyarakat Sulawesi Selatan, dengan pengelolaan yang hingga kini berada di bawah Yayasan Islamic Center.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Ir. Ahmad Nu’man dengan inspirasi dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lalu dipadukan dengan unsur arsitektur lokal Sulsel.

Salah satu ciri khasnya terlihat pada bentuk atap menyerupai kuncup segi empat yang terinspirasi dari Masjid Katangka di Gowa serta rumah tradisional Bugis.

Bagian eksterior didominasi warna abu-abu dan hijau, dengan atap berbahan tembaga asal Italia serta dinding berlapis keramik dan granit.

Area dalam masjid sangat luas dan mampu menampung sekitar 10.000 jamaah, menjadikannya pusat ibadah, aktivitas keagamaan, dan pendidikan Islam di Makassar.

Alamat: Jl. Masjid Raya No.57, Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

3. Masjid 99 Kubah

Masjid 99 Kubah menjadi ikon baru Makassar berkat desainnya yang unik dan langsung mencuri perhatian siapa pun yang melihatnya.

BACA JUGA: 
Masjid Al Markaz Siap Sambut Ramadan, Sediakan 1200 Takjil hingga 400 Tenan Bazar

Masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil dan sesuai namanya memiliki 99 kubah yang terinspirasi dari Asmaul Husna.

Deretan kubah berwarna cerah seperti merah, jingga, dan kuning membuat tampilannya semakin mencolok, ditambah bentuk bangunan bersisi sembilan yang tidak biasa.

Area salat dibagi ke dalam ruang utama, mezzanine, dan pelataran, dengan daya tampung mencapai sekitar 13.000 hingga 14.000 jamaah.

Alamat: Jl. H. Bau No.36, Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

4. Masjid Amirul Mukminin

Berada tak jauh dari Masjid 99 Kubah, Masjid Amirul Mukminin dikenal luas sebagai masjid terapung karena lokasinya yang berdiri di atas laut.

Masjid ini terletak di kawasan wisata Pantai Losari dan ditopang oleh sekitar 164 tiang pancang beton yang membuat bangunannya tetap kokoh.

Kubah biru cerah dengan ornamen mozaik serta dua menara setinggi sekitar sembilan meter menjadi ciri visual yang mudah dikenali.

Dibangun pada 2009 dan diresmikan pada 2012, masjid ini selalu ramai pengunjung hingga kini.

Desainnya mengadopsi konsep rumah panggung khas Bugis dengan dominasi warna abu-abu dan putih.

BACA JUGA: 
Masjid Al Markaz Siap Sambut Ramadan, Sediakan 1200 Takjil hingga 400 Tenan Bazar

Suasana di dalam masjid terasa tenang dan sejuk dengan iringan suara ombak, sementara bangunan tiga lantai ini mampu menampung sekitar 500 jamaah.

Alamat: Jl. Penghibur No.289, Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

5. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo di Makassar dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia pada 2012 dan menjadi simbol akulturasi budaya.

Nama masjid diambil untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo, penjelajah Muslim asal Tiongkok pada abad ke-15.

Arsitekturnya memadukan unsur Tionghoa, Timur Tengah, dan budaya Bugis Makassar sehingga tampil berbeda dari masjid pada umumnya.

Bangunan masjid menyerupai kelenteng dengan dominasi warna merah, kuning, dan putih, serta kubah bertingkat menyerupai pagoda.

Bentuk kubah tersebut melambangkan tahapan pencerahan manusia yang dalam Islam dimaknai sebagai tingkat keimanan.

Bagian dalam masjid dihiasi ornamen bintang segi delapan pada pegangan tangga serta 12 ornamen bintang yang memperindah interior.

Di Makassar dan sekitarnya, terdapat dua Masjid Muhammad Cheng Hoo, satu berada di Kota Makassar dan satu lainnya di Kabupaten Gowa.

Alamat: Jl. Danau Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru