Spot foto dengan latar belakang waduk, pegunungan, dan pulau hijau menjadi favorit para pengunjung yang ingin mengabadikan momen.
Tersedia pula gazebo dan area duduk di beberapa titik strategis, sehingga pengunjung bisa bersantai sambil menikmati kopi lokal khas Gowa atau kudapan tradisional yang dijual di sekitar kawasan wisata.
Puncak Bollangi juga menjadi destinasi edukatif, terutama bagi anak-anak dan pelajar. Pulau-pulau kecil di tengah waduk, hutan lindung, dan keberagaman flora serta fauna di sekitar bukit dapat menjadi media pembelajaran tentang ekosistem pegunungan dan perairan.
Aktivitas seperti birdwatching, fotografi alam, atau sekadar mengamati kehidupan di sekitar waduk menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan.
Dari sisi sejarah dan budaya, Desa Timbuseng dan sekitarnya memiliki tradisi lokal yang menarik, termasuk upacara adat dan pertanian tradisional yang masih dijalankan oleh masyarakat setempat.
Wisatawan yang tertarik bisa menyempatkan diri berinteraksi dengan warga, mencicipi kuliner khas Gowa, dan melihat langsung bagaimana kehidupan di daerah pegunungan.
Puncak Bollangi memang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tapi juga pengalaman emosional yang membuat pengunjung merasa dekat dengan alam.
Sensasi ketenangan, udara sejuk, dan pemandangan menakjubkan menjadikan tempat ini destinasi ideal untuk healing, piknik keluarga, liburan bersama teman, atau sekadar menenangkan diri dari kesibukan sehari-hari.
Dengan akses yang mudah, biaya masuk yang murah, panorama alam yang luar biasa, dan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan, Puncak Bollangi siap menjadi salah satu ikon wisata unggulan Sulawesi Selatan.
Setiap langkah di bukit ini membawa pengunjung lebih dekat dengan alam, sekaligus meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.

