24 C
Makassar
3 February 2026, 1:35 AM WITA

Nikmati Pesona Raja Ampat Ala Puncak Bollangi di Gowa

Overview

  • Puncak Bollangi di Gowa menawarkan panorama waduk Bili-Bili dan pegunungan yang hijau, mirip miniatur Raja Ampat.

  • Wisata ini hanya 48 menit dari Makassar, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WITA, dan tiket masuknya Rp5.000 per orang.

  • Selain menikmati pemandangan, pengunjung bisa trekking, birdwatching, bersantai di gazebo, dan belajar tentang ekosistem alam setempat.

SulawesiPos.com – Puncak atau Bukit Bollangi kini menjadi salah satu destinasi wisata terbaru dan paling hits di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Terletak di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Puncak Bollangi menawarkan panorama alam yang memukau, menyajikan perpaduan indah antara Waduk Bili-Bili yang jernih dan pegunungan yang hijau di sekelilingnya.

Hamparan air waduk yang tenang, dikelilingi pegunungan dan beberapa pulau kecil yang dipenuhi vegetasi, membuat Puncak Bollangi terlihat eksotis, seolah miniatur Raja Ampat di Papua Barat.

Bukit ini berada di lereng Gunung Bollangi dengan ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

Karena lokasinya yang tinggi, udara di Puncak Bollangi terasa sejuk dan menyegarkan, cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Baca Juga: 
6 Tips Travel Hemat, Liburan Seru Tanpa Bikin Kantong Bolong!

Banyak wisatawan datang untuk menikmati sunrise yang memukau, saat cahaya matahari menembus kabut pagi dan memantul di permukaan waduk, menciptakan suasana magis yang sayang untuk dilewatkan.

Akses menuju Puncak Bollangi relatif mudah. Dari Kota Makassar, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 48 menit, melewati jalan aspal yang cukup nyaman.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, biaya masuknya sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang.

Puncak Bollangi buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WITA, memberikan fleksibilitas waktu bagi pengunjung, baik untuk menikmati pagi hari yang tenang maupun senja yang romantis.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas. Jalur trekking di sekitar bukit menawarkan pengalaman petualangan ringan sambil menikmati hutan dan perkebunan lokal.

Overview

  • Puncak Bollangi di Gowa menawarkan panorama waduk Bili-Bili dan pegunungan yang hijau, mirip miniatur Raja Ampat.

  • Wisata ini hanya 48 menit dari Makassar, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WITA, dan tiket masuknya Rp5.000 per orang.

  • Selain menikmati pemandangan, pengunjung bisa trekking, birdwatching, bersantai di gazebo, dan belajar tentang ekosistem alam setempat.

SulawesiPos.com – Puncak atau Bukit Bollangi kini menjadi salah satu destinasi wisata terbaru dan paling hits di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Terletak di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Puncak Bollangi menawarkan panorama alam yang memukau, menyajikan perpaduan indah antara Waduk Bili-Bili yang jernih dan pegunungan yang hijau di sekelilingnya.

Hamparan air waduk yang tenang, dikelilingi pegunungan dan beberapa pulau kecil yang dipenuhi vegetasi, membuat Puncak Bollangi terlihat eksotis, seolah miniatur Raja Ampat di Papua Barat.

Bukit ini berada di lereng Gunung Bollangi dengan ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

Karena lokasinya yang tinggi, udara di Puncak Bollangi terasa sejuk dan menyegarkan, cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Baca Juga: 
Traveling ke Sulsel Jangan Pulang Tanpa Oleh-Oleh Ikonik Ini!

Banyak wisatawan datang untuk menikmati sunrise yang memukau, saat cahaya matahari menembus kabut pagi dan memantul di permukaan waduk, menciptakan suasana magis yang sayang untuk dilewatkan.

Akses menuju Puncak Bollangi relatif mudah. Dari Kota Makassar, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 48 menit, melewati jalan aspal yang cukup nyaman.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, biaya masuknya sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang.

Puncak Bollangi buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WITA, memberikan fleksibilitas waktu bagi pengunjung, baik untuk menikmati pagi hari yang tenang maupun senja yang romantis.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas. Jalur trekking di sekitar bukit menawarkan pengalaman petualangan ringan sambil menikmati hutan dan perkebunan lokal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/