Deretan pohon kelapa yang tumbuh alami di sekitar pantai memperkuat nuansa tropis khas pesisir Sulawesi Selatan.
Aktivitas warga lokal yang membuat perahu tradisional menjadi pemandangan khas yang jarang ditemui di pantai komersial.
Di kejauhan, terlihat nelayan yang beraktivitas dengan perahunya tanpa mengganggu ketenangan kawasan pantai.
Burung-burung laut kerap terlihat bermain di tepi pantai, menambah kesan alami dan sejuk.
Pantai Lemo-Lemo hingga kini belum dikelola oleh investor besar sehingga suasananya tetap terjaga.
Wisatawan dapat memasuki kawasan pantai tanpa dikenakan biaya masuk, tidak terdapat rumah makan maupun penginapan permanen di area pantai, bahkan bangunan di sekitar lokasi sebagian besar merupakan rumah warga setempat.
Kombinasi antara pantai, bukit karang, dan kawasan hutan menjadikan Pantai Lemo-Lemo memiliki lanskap yang unik.
Saat senja, cahaya matahari menciptakan siluet bukit dan pantulan cahaya keemasan di permukaan laut.
Gua Lemo-Lemo, Gua Berair Jernih di Sekitar Pantai
Di dekat kawasan Pantai Lemo-Lemo terdapat sebuah gua alami sebagai salah satu daya tarik tambahan yang dikenal dengan nama Gua Lemo-Lemo.
Warga sekitar meyakini gua ini dulunya merupakan bagian dari wilayah pesisir Pantai Lemo-Lemo.

