Kedua gua ini menyimpan berbagai temuan arkeologis penting yang menunjukkan aktivitas manusia purba ribuan tahun silam.
Sejumlah peninggalan yang ditemukan di kawasan ini antara lain lukisan dinding gua, cangkang mollusca, fragmen gerabah polos dan berhias, serta fragmen tulang dan gigi manusia.
Temuan-temuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa wilayah Balocci telah dihuni dan dimanfaatkan oleh manusia prasejarah sebagai ruang hidup, tempat berlindung, sekaligus pusat aktivitas sosial dan budaya.
Lukisan Dinding
Salah satu daya tarik utama Taman Purbakala Sumpang Bita adalah keberadaan lukisan dinding purbakala dengan pola yang unik dan penuh simbol.
Dilansir dari Kemendikdasmen, Gua Bulu Sumi memiliki tinggalan prasejarah yang terdiri atas alat-alat batu yang berupa serpih (flake), bilah (blade), mata panah yang bergerigi (Maros point), serta alat-alat dari tulang dan kerang.
Alat-alat itu dikenal sebagai alat berburu dan pengumpul makanan di tingkat lanjut.
Sementara itu, di Gua Sumpang Bita, banyak sekali lukisan dinding dengan berbagai variasi.
Lukisan itu dipercaya erat hubungannya dengan kehidupan dan alam kepercayaan manusia pendukungnya.
Alat-alat batu, tulang dan kerang, serta lukisan dinding itu adalah milik nenek moyang suku Bangsa Toala atau bisa juga disebut dengan kebudayaaan Toalen (Toalen Culture).

